Sabtu, 06 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 2

Hari ini kelompok 2 mengangkat tantangan yang berkaitan dengan gender, yaitu:
❓Bagaimana cara pengenalan gender pada anak usia dini
❓Bagaimana cara merawat dan menjaga tubuh
❓  Bagaimana menumbuhkan fitrah seksualitas dan menghindari adanya penyimpangan fitrah seksual.

Salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua guna menghadapi tantangan-tantangan ini, yaitu orangtua dapat  dengan menggunakan media:
-Lagu Ku Jaga Diriku karya Ellya Pradytya
( https://m.youtube.com/watch?v=878HzqGwWp8)

-Materi parenting dari Munif Chatib yang dapat diunduh di youtube. ( https://youtu.be/4uyKh6bxTcM)

Selain itu orangtuapun dapat mengarahkan kecenderungan seksual anak. Agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa gangguan eksternal yang dapat menyebabkan melenceng dari perilaku yang lurus, Islam menjaga anak2 dengan memberinya perintah dan larangan, yaitu:
1. Melatih anak meminta izin ketika masuk rumah/ kamar orang tua.
Ada tiga waktu anak harus meminta izin yaitu sebelum shalat subuh,waktu tidur siang, dan setelah shalat isya
(Q.s an Nur : 58 - 59)
2. Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
3. Memisahkan tempat tidur anak
4. Melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
5. Menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
6. Mengajarkan kewajiban Mandi Junub ketika anak mendekati akil Baligh
7. Menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika anak mendekati baligh
8. Menganjurkan pernikahan dini pada anak

Saat ini penyimpangan seksualitas sangat beragam dan ini karena adanya cedera fitrah (orientasi) seksual bukan karena bawaan atau genetis. Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.

Menurut saya, pemaparan dari kelompok 2 cukup menarik. Selain jelas, kelompok 2 pun menambahkan sumber tentang bagaimana cara mengenalkan gender kepada anak terutama usia PAUD.

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Jumat, 05 Januari 2018

Tantangan Level 11 - Presentasi Kelompok 1

Bismillah..

Kelompok yang membawakan presentasi di hari pertama ini terdiri dari triple E yaitu Teh Edwina, Teh Elvi dan Teh Evi. Berikut ini review dari presentasi kelompok 1.

•Judul presentasi: Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada Anak
•Pengertian fitrah seksualitas:Bagaimana seorang lelaki atau perempuan berpikir, merasa dan beqrsikap sesuai kodratnya.
• Menurut kelompok ini sangat penting menumbuhkan fitrah seksualitas agar tidak terjadi penyimpangan seksualitas, anak-anak dapat memastikan identitas seksualitasnya dengan tegas dan anak-anak kelak dapat menjadi ayah dan ibu yang beradab kepada pasangannya dan keturunannya.
•Beberapa tantangan dan solusi:
  - Mengenalkan bentuk tubuh antara laki-laki dan perempuan -> memberi pemahaman mengenai perbedaan bentuk tubuh laki laki dan perempuan.
- Mengenalkan aurat dan rasa malu -> memberi pemahaman dan contoh bagian tubuh yang tidak boleh dilihat orang lain.
- Lelaki yang semakin feminin dan perempuan yang semakin maskulin -> ayah dan ibu harus hadir utuh dalam kehidupan anak dan memberi contoh sebagai laki-laki sejati dan perempuan sejati.
• Media yang digunakan: sirah Nabi dan kisah sahabat Nabi SAW., lagu "Sentuhan Boleh", video "Kisah Si Geni" dan "Kisah Si Aksa" dan poster batasan aurat perempuan dan laki-laki.

Menurut saya kelompok 1 memaparkan materi dengan baik dan jelas. Media edukasi yang digunakan pun sangat menarik karena berbentuk video animasi. Kelompok 1 pun dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dengan baik. Namun ada 1 kekurangan yaitu tidak menampilkan lagu "Sentuhan Boleh".

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Sabtu, 23 Desember 2017

Aliran Rasa Game Level 10

Selama menjalani game level 10 ini, banyak tantangan yang saya hadapi. Diantaranya adalah mood untuk mendongeng turun, sulit mencari ide cerita dan kegiatan di sekolah yang cukup banyak sehingga membuat saya terlalu capek bahkan untuk mendongeng.

Namun saya tetap berusaha untuk mendongeng karena anak-anak terutama Hasna senang diceritakan dongeng. Walaupun tidak setiap hari mendongeng namun saya tetap berusaha untuk menuntaskan game ini sampai 10 hari tantangan.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Sabtu, 16 Desember 2017

Inspirasi Mendongeng Ambu #2

Ketika otak sulit diajak membuat dongeng, maka dongeng yang sudah ada bisa menjadi alternatif lain untuk diceritakan kepada anak-anak. Terima kasih kepada film Upin dan Ipin yang dongeng tentang penggembala dan biri-biri nya pernah saya pakai untuk diceritakan ulang dengan versi saya sendiri.

Ada beberapa film lain juga yang menginspirasi saya dalam membuat dongeng seperti Pada Zaman Dahulu dan Doraemon. Saya bersyukur suka menonton film kartun karena dari situlah saya mendapat ide untuk membuat dongeng.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Jumat, 15 Desember 2017

Saat Hasna Marah- marah

Hari ini, sepulang saya bekerja, saya perhatikan Hasna marah-marah, seperti ada sesuatu yang mengganggunya. Setelah marah-marahnya agak reda, saya pelan-pelan bertanya kepadanya, "Hasna kenapa? Mau cerita sama ambu?" Hasna malah marah-marah lagi setelah saya tanya seperti itu.

Akhirnya saya diamkan saja dulu sampai marah-marahnya mereda. Kemudian saya coba tanya kembali, "Hasna kenapa marah-marah? Ada apa?" Kemudian Hasna menjawab sambil cemberut, dia bercerita bahwa tadi dia bermain dengan teman-temannya, ada yang seumuran dan ada juga yang lebih besar darinya. Ternyata dari ceritanya, mereka bermain lomba mendorong kursi. Dan Hasna selalu kalah. Hasna merasa kesal sampai bilang dia mau menang sendiri dan orang lain tidak boleh menang.

Duh, anak wedhok ini, ternyata sudah mulai tumbuh jiwa kompetisinya. Namun jiwa lapang dadanya belum tumbuh, maklum di usianya yang 4 tahun ini sifat egosentris Hasna memang masih dominan.

Saya berusaha untuk menenangkannya. Saya coba latih dia untuk memberi nama perasaannya. "Hasna kesal ya, karena kalah lomba tadi." Hasna menjawab, "Iya, kesal", sambil masih cemberut. "Kalau gitu, apa yang bisa kita kerjakan supaya tidak kesal lagi?" Hasna menjawab, "Hasna mau gunting-gunting aja!" sambil cemberut.

Lalu saya biarkan Hasna untuk menggunting gunting kertas yang sudah tidak terpakai lagi. Namun setelah selesai menggunting, Hasna kembali marah-marah. "Hmm, sepertinya saya perlu mendongeng tentang sesuatu yang berhubungan dengan hal ini", pikir saya. Namun apa daya, pikiran saya sedang stuck, dan tak ada ilham yang datang. Baiklah, semoga besok 'sang ilham' berkenan menghampiri saya, heuheu.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Kamis, 14 Desember 2017

Inspirasi Mendongeng Ambu

Menurut saya mendongeng bukanlah hal yang mudah, apalagi membuat dongeng. Namun anak-anak selalu menjadi penyemangat bagi saya untuk berusaha membuat dongeng.

"Ambu, mau dibacain dongeng," atau "Ambu mau dongeng." Adalah kata-kata yang sering dilontarkan Hasna dan Khaira sebelum tidur. Walhasil saya langsung memutar otak mencari inspirasi dongeng ala saya.

Alhamdulillah ide bisa datang dari mana saja. Dari selimut atau bantal Khaira, boneka beruang Hasna, atau curhatan Hasna tentang kegiatannya sehari-hari. Tentu saja saya masih harus banyak membaca dan mengeksplor media lainnya untuk menambah wawasan tentang mendongeng. Semoga selalu istiqomah, aamiin.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Rabu, 13 Desember 2017

Giliran Hasna yang Mendongeng

Hari ini giliran ambu meminta Hasna untuk mendongeng. Hasna dengan sigap segera memulai dongengnya tanpa berpikir terlebih dahulu.

"Pada zaman dahulu hiduplah seekor beruang," Hasna memulai ceritanya. Lalu Hasna melanjutkan ceritanya sampai mengucapkan kata 'Tamat'.

Cerita Hasna belum urut kadang loncat kesana kemari. Bahasa yang dia gunakan pun terkadang ada yang aneh yang hanya dia sendiri yang tau maksudnya, hihihi. Tapi semangatnya untuk bercerita sangat saya apresiasi. Terlihat binar di matanya saat saya mendongeng ataupun saat gilirannya mendongeng.

Khaira sudah mulai minta didongengkan. Terkadang sebelum tidur dia bilang, "Mbu, mau dongeng." Namun Khaira belum bisa duduk diam untuk mendengarkan dongeng sampai tuntas. Dia masih memilih melakukan aktivitas lain saat saya sedang mendongeng. Tapi tidak apa-apa setidaknya dia mendengar, walau selintas-selintas, dongeng yang saya ceritakan.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination