Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Agustus 2017

Membuat Daur Hidup Kupu-kupu 2

Hari ini kami masih melanjutkan proyek membuat daur hidup kupu-kupu. Hasna mewarnai kepompong dan ulat dengan spidol berwarna biru. Kemudian saya menuntun Hasna untuk menggambar beberapa panah yang menunjukkan siklus hidup kupu-kupu, dari ulat menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu lalu kupu-kupu menghasilkan telur yang jika menetas maka akan keluar ulat dari telur tersebut. Begitu seterusnya sehingga daur hidup kupu-kupu digambarkan seperti lingkaran yang menandakan prosesnya berulang terus seperti itu.

Sambil mengerjakan, saya memberi penjelasan sesederhana mungkin kepada Hasna tentang proses ulat menjadi kupu-kupu. Hasna terlihat antusias dan sepertinya mengerti (mudah-mudahan memang mengerti,hehe) dengan penjelasan saya.

Sedangkan Khaira masih belum bisa diajak bekerja sama untuk menyelesaikan proyek kami. Dia masih ingin bermain sendiri, sekehendak hatinya. Semoga di proyek lainnya Khaira bisa lebih berpartisipasi lagi.


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Rabu, 23 Agustus 2017

Membuat Daur Hidup Kupu-kupu

Hari ini saya, Hasna dan Khaira melaksanakan proyek yang telah direncanakan kemarin, yaitu membuat daur hidup kupu-kupu. Daur hidup kupu-kupu ini kami buat di sehelai karton dengan menggunakan daun dan kapas sebagai tambahan bahannya.

Sebelum membuat daur hidup kupu-kupu, kami berjalan-jalan dulu di sekitar rumah. Hasna dan Khaira terlihat sangat antusias.

Kami melihat 3 ekor ayam di jalan, seekor kupu-kupu kecil dan kami pun singgah di tempat dimana ada sebatang pohon kecil yang daunnya habis dimakan ulat. Sambil melihat pohon tersebut, saya bercerita bahwa ulat tersebut memakan daun terus menerus sampai suatu saat dia tertidur panjang di dalam kepompong lalu kemudian berubah menjadi kupu-kupu. Sayang kami tidak bisa menemukan kepompong. Kalau ada, pasti bisa menjadi contoh yang menarik untuk anak-anak.

Setelah itu, kami pun lalu memetik beberapa helai daun untuk dibuat daur hidup kupu-kupu. Saat mengerjakan proyek, Hasna terlihat antusias membantu sedangkan Khaira terlihat antusias naik turun tangga, hehehe. Tidak apa-apa, Khaira juga cukup membantu ketika mengoles-oles lem, hihihi.

Selama membuat proyek, saya pun sedikit bertanya kepada Hasna mengenai kenapa telur kupu-kupu disimpan di daun oleh induknya. Ternyata Hasna bisa menjawabnya! Walaupun belum sempurna. Kata Hasna, "Soalnya ulat suka makan daun." Saya lengkapi jawabannya, "Iya, supaya ulat yang menetas dari telur, langsung bisa memakan daun." Dan Hasna pun mengangguk-angguk.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Selasa, 22 Agustus 2017

Ulat yang Memberi Inspirasi Proyek Kami

Ketika menuju ke rumah Mbah Uti, di jalan Hasna melihat ada sebuah tanaman kecil yang daunnya habis dimakan ulat. Hasna langsung tertarik untuk mengamati dan susah diajak beranjak dari situ.

Saat itu saya lihat matanya berbinar-binar sambil bertanya-tanya, " Mbu apa itu? Kok daunnya habis? Kok ulatnya banyak?"

Memang ada sekitar 3 ulat bulu yang memakan daun-daun tanaman tersebut sampai habis. Saya jelaskan bahwa ulat memang kerjaannya makan dan makan sampai nanti suatu saat menjadi kupu-kupu. Penjelasan ini saya hubungkan juga dengan buku bacaan yang pernah kami baca bersama yang berjudul "Crunchy Munchy Caterpillar". Buku tersebut menceritakan tentang seekor ulat gemuk yang kerjanya makan dan makan yang ingin bisa terbang. Sampai pada suatu ketika, tibalah saatnya bagi ulat tersebut menjadi kupu-kupu yang cantik.

Kejadian ini memberi saya ide untuk membuat proyek bersama Hasna dan Khaira. Rencananya, saya akan membawa Hasna dan Khaira berjalan-jalan di sekitar rumah sambil mengamati ulat-ulat tersebut dan hewan lain yang bisa kami temui di jalan. Lalu kami akan membuat gambar mengenai daur hidup kupu-kupu atau metamorfosa kupu-kupu. Semoga semuanya dapat berjalan dengan lancar 😊

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Senin, 21 Agustus 2017

Hari Ke-4 Pengamatan

Awalnya, memasuki hari ke-4 tantangan (kemarin), saya ingin mengadakan proyek bersama anak-anak. Tapi berhubung badan sedang nge drop dan kurang fit, jadilah rencana itu batal, hiks. Akhirnya saya kembali mengamati anak-anak.

Hasna masih terlihat berbinar saat naik sepeda. Ia juga terlihat berbinar-binar matanya saat memainkan mainan peralatan dapur yang Ia dapatkan dari neneknya saat berkunjung kemarin.

Khaira masih senang bernyanyi dan bersenandung, hehehe. Ia juga terlihat berbinar binar saat memainkan peralatan dapur bersama Hasna terutama mainan botol sabun.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 19 Agustus 2017

Pengamatan Hari Ketiga

Memasuki hari ketiga, saya masih mengamati kegiatan atau hal yang membuat mata anak-anak berbinar-binar saat melakukannya.

Hari ini mata Hasna terlihat berbinar saat bermain sepeda dengan sepupunya. Hasna sampai berteriak kegirangan saat sepupunya mendorong sepedanya dengan kencang. Sepertinya Hasna senang tantangan. Dia tidak terlihat ketakutan sama sekali bahkan tidak ingin berhenti melakukan hal tersebut. Selain itu Hasna pun terlihat berbinar saat mengelus-elus kucing. Dalam pengamatan saya, Hasna memang suka memegang atau mengamati hewan seperti kucing, hamster, ikan atau kelinci.

Seperti biasanya, Khaira terlihat berbinar-binar matanya saat bernyanyi. Sama seperti Hasna, Khaira pun senang memegang atau mengamati hewan. Jika melihat hewan, hamster misalnya, dia akan melonjak-lonjak kegirangan sambil berteriak-teriak saking senangnya.

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Jumat, 18 Agustus 2017

Hari Kedua Pengamatan Ambu

Di hari kedua ini, saya masih mengamati kegiatan atau hal apa saja yang membuat Hasna dan Khaira berbinar-binar matanya saat mengerjakannya. Kami masih belum membuat proyek yang berhubungan dengan kegiatan yang membuat mata anak-anak berbinar karena saya merasa masih perlu mengobservasi lebih lanjut mengenai hal ini (perlu lebih memantapkan hati maksudnya, hehehe).

Hari ini Hasna terlihat berbinar-binar saat bermain sepeda. Sampai-sampai dia betah bermain sepeda sampai bermenit-menit, hehehe. Selain itu Hasna pun terlihat berbinar saat mengarang cerita. Memang saya perhatikan Hasna senang sekali membuat karangan dari gambar yang ada di buku. Lumayan kalau menurut saya, dari kegiatan itu saya bisa lihat kalau kosakatanya cukup banyak, walaupun cerita dari gambar satu ke gambar dua kadang tidak nyambung 😁

Khaira terlihat berbinar saat bernyanyi 😄 Berbeda dengan Hasna, Khaira memang terdengar lebih sering bernyanyi baik itu saat sedang bermain, berjalan ataupun saat sedang sendirian. Walaupun pelafalan katanya masih belum jelas, tapi lagunya cukup dapat dimengerti (oleh saya dan Hasna 🙈).

Kamis, 17 Agustus 2017

Kegembiraan di Hari Ulang Tahun RI

Hari ini negara Indonesia tercinta genap berusia 72 tahun. Dan seperti biasanya, di daerah rumah kami diadakan pawai keliling antar RT dalam satu lingkungan RW. Pagi-pagi sekali Mbah Uti sudah sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti pawai tersebut.

Hasna dan Khaira belum pernah mengikuti pawai atau melihat pawai dari dekat sebelumnya. Melihat Mbah Uti yang semangat mempersiapkan diri untuk pawai, anak-anak pun jadi penasaran seperti apa pawai tersebut. Awalnya mereka sangat bersuka cita ketika tahu akan diajak melihat pawai. Tapi setelah sampai di TKP, Hasna malah diam saja, nampak kebingungan dengan keramaian yang ada sedangkan Khaira malah tertidur di pangkuan abahnya 😅 Ah, nampaknya mereka kurang tertarik dengan pawai ini, mungkin juga karena ini hal yang baru untuk mereka, jadi mereka masih bingung.

Setelah itu, abah mengajak saya dan anak-anak ke salah satu toko serba ada untuk membeli seberapa barang. Khaira langsung berbinar-binar dan berkata, "Itut, itut alan-alan." (Ikut, ikut jalan-jalan). Khaira memang senang sekali diajak jalan-jalan, baik itu jalan kaki atau menggunakan kendaraan. Di sepanjang jalan Ia akan memperhatikan kendaraan yang lalu lalang, terutama bis dan truk. Khaira suka sekali kedua jenis kendaraan ini, mungkin efek sering nonton film Tayo 😁 

Hasna lain lagi, dia nampak berbinar-binar matanya ketika melihat bola berukuran sedang yang dijual di toko. Ketika pada akhirnya kami memperbolehkannya membeli bola tersebut, dia sangat senang sampai-sampai rela tidak beli eskrim, karena sudah beli bola(padahal dia sangat suka eskrim). Sesampainya di rumah, Hasna langsung bermain sepak bola dengan semangat (padahal dia kan anak perempuan 😆)

Ada satu kegiatan yang sama-sama membuat mata Hasna dan Khaira berbinar-binar yaitu ketika menginjak-injak Om Agung, adik saya. Om Agung memang suka meminta anak-anak untuk menginjak-injak punggungnya terutama saat sedang pegal-pegal atau masuk angin. Mungkin rasanya seperti dipijit-pijit, hehehe. Saya juga heran kok Hasna dan Khaira senang sekali melakukan hal ini. Dugaan saya sih, mungkin karena ketika mereka menginjak-injak Om Agung, mereka bisa bebas loncat dari punggung Om ke kasur dengan berbagai gaya. Dan mereka akan melakukan ini sambil tertawa-tawa gembira, padahal emak bapaknya cemas takut mereka jatuh atau terantuk tembok, duuh.

Tapi secara keseluruhan, hari ini anak-anak senang. Semoga mereka berbahagia dengan apa yang mereka lakukan 😊

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 12 Agustus 2017

Aliran Rasa Game Level 6

"Hatiku hancur mengenang dikau...."
Jika boleh bernyanyi, ingin rasanya menyanyikan lagu lawas ini. Bukan karena mengenang seseorang, melainkan karena mengingat kegagalan saya di game level 6 ini 😞

Ya, saya merasa gagal karena tidak bisa mengumpulkan tugas tepat waktu. Dari 10 hari tantangan, saya hanya mengumpulkan 6 hari tulisan saya di blog. Sungguh mengecewakan. Kurangnya disiplin dalam memenej waktu membuat saya terseok-seok dalam menuliskan kegiatan selama 10 hari. Padahal setiap hari ada saja kegiatan saya dan anak-anak yang berhubungan dengan aktivitas mengenalkan matematika kepada anak-anak. Sayang sekali 😩

Semoga di level selanjutnya saya bisa lebih baik lagi dibandingkan level ini. Aamiin. Semangaat!

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 05 Agustus 2017

Jauh - Dekat

Ketika sedang bepergian, anak-anak bisa juga diperkenalkan dengan konsep jauh- dekat dan lama- sebentar. Contohnya ketika beberapa waktu yang lalu Hasna, Khaira, saya dan ibu saya pergi ke undangan pernikahan salah seorang teman saya. Kami pergi dengan berjalan kaki dan Hasna berjalan sendiri sedangkan Khaira digendong 😆

Sepanjang perjalanan Hasna seringkali bertanya apakah sudah sampai atau belum. Kebetulan lokasi undangan memang lumayan jauh dari rumah kami. Karena belum sampai saja, Hasna lantas bilang, "Jauh ya, Mbu." Untuk membesarkan hatinya, saya berkata bahwa jaraknya memang agak jauh tapi lebih jauh kalau kami pergi ke supermarket tempat kami biasa membeli diaper Khaira. Hasna menjawab, "O iya ya", lalu melanjutkan "Tapi lebih jauh dari rumah Dek Al." Memang benar, rumah Al, sepupunya Hasna, lebih dekat dari rumah kami jika dibandingkan dengan lokasi undangan yang kami tuju.

Akhirnya kami sampai di lokasi yang dituju. Hasna menarik nafas lega dan saya bertanya, "Lama ya, jalannya?" Hasna menjawab, "Iya lama." Lalu saya pun memuji Hasna karena dia sudah mampu berjalan jauh dan tidak banyak mengeluh 😊

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Bermain Petak Umpet Sambil Belajar Berhitung

Bermain adalah salah satu kegiatan yang sangat disukai oleh anak-anak, termasuk Hasna dan Khaira. Permainan yang saat ini sedang mereka gemari adalah petak umpet. Mereka menyukai permainan ini karena melihatnya di film Ipin dan Upin.

Selain menyenangkan, dengan bermain petak umpet, anak-anak pun belajar berhitung (secara berurutan). Terkadang Hasna masih suka berhitung dengan tidak berurutan, begitupun dengan Khaira. Nah, dengan bermain petak umpet mau tidak mau mereka belajar berhitung secara berurutan, yeaay.

Saat memainkan permainan ini, Hasna masih saja menghitung dengan tidak berurutan saat kebagian jaga. Sedangkan Khaira tidak mau jaga, maunya bersembunyi terus, hehehe. Tidak apa-apa, kita masih bisa main lagi di lain waktu ya, anak-anak ☺

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Jumat, 28 Juli 2017

Bermain Pasar-Pasaran Menggunakan Mie Instan dan Kopi

Sudah sejak 3 bulan yang lalu saya memiliki persediaan mie instan dan kopi sachet untuk para pekerja yang sedang bekerja membangun rumah kami. Persediaan mie dan kopi ini disimpan di satu dus agar memudahkan untuk mengambilnya.

Hasna dan Khaira senang sekali memainkan mie dan kopi ini. Kadang mereka bermain pasar-pasaran, ada yang berperan sebagai pembeli dan penjual. Beberapa hari yang lalu saya mencoba bermain dengan mereka. Saya berpura-pura menjadi pembeli dan Hasna yang menjadi penjual.

Saya membeli 3 mie instan dan 2 kopi sachet. Awalnya Hasna agak bingung 'melayani' saya. Tapi setelah saya jelaskan bahwa Hasna harus mengambil 3 mie dari dalam kardus dengan cara menghitungnya dari satu sampai tiga begitu juga dengan kopinya, dia akhirnya mengerti. Alhamdulillah ketika saya ulangi dengan 'pembelian' kedua, Hasna sudah mulai terbiasa.

Khaira saya minta untuk menghitung mie yang ada di dalam kardus. Seperti biasa dia tidak mau memulai dari 'satu' tetapi dia mulai berhitung dari 'dua' dan seterusnya. Khaira pun masih sering tidak berurutan dalam berhitung terkadang ada angka yang hilang, misal dari tiga langsung loncat ke enam, hehehe. Setelah itu, Khaira sudah tidak ingin berhitung lagi. Dia malah asyik membolak-balik mie instan tersebut 😁

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Belajar Mengklasifikasikan Objek Menggunakan Classification Box

Seminggu yang lalu saya membeli mainan edukasi untuk anak-anak secara online. Mainan yang saya beli ini bernama classification box, yang terdiri dari 1 box berbentuk balok, 8 papan kayu bergambar dan 80 kepingan kayu bergambar.

Sesuai namanya, classification box merupakan mainan dimana anak-anak diminta untuk mengklasifikasikan kepingan-kepingan bergambar berdasarkan jenisnya yaitu kendaraan, pakaian, buah-buahan, sayuran, peralatan sehari-hari, hewan, geometri dan angka.

Mengklasifikasikan objek merupakan salah satu kemampuan dasar dalam matematika sehingga kemampuan mengklasifikasikan atau mengelompokkan ini termasuk salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan dalam diri anak-anak. Alhamdulillah dari mulai mainan ini sampai hingga hari ini, anak-anak masih excited memainkannya. Semoga saja ini bisa menjadi salah satu sarana bagi anak-anak untuk mengenal dan menyukai matematika 😊

Hasna sudah mulai bisa mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan jenisnya dengan baik. Karena ada angka juga, maka saya berinisiatif untuk sekalian mengenalkan simbol bilangan kepada Hasna (misal, angka satu simbolnya 1, angka dua simbolnya 2, dst.). Tapi ternyata Hasna belum tertarik untuk belajar simbol bilangan seperti yang emak mau. Dia masih senang bermain-main saja dengan mainannya tersebut 😂.     Yowes, akhirnya emak mengikuti saja, menunggu kesempatan mengenalkan simbol bilangan itu datang lagi di lain waktu (semangaat 💪)

Khaira masih belum mengerti tentang pengklasifikasian sesuatu. Dia baru senang memasukkan kepingan kayu ke dalam box tanpa peduli pengelompokkannya sudah benar atau belum, hehe. Tapi tetap saya bimbing Khaira untuk mengasah kemampuan berhitungnya dengan cara menghitung kepingan-kepingan kayu. Walaupun dia selalu mulai menghitung dari ‘lima’ (bukan ‘satu’) tapi semangatnya untuk berhitung sangat saya hargai 😁

Semangat anak- anak… semangat ambu! 💪

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 23 Juli 2017

Mengenal Geometri

Sudah sejak minggu kemarin Hasna merengek minta dibelikan kertas lipat karena melihat sepupunya yang sedang mempersiapkan alat tulis untuk sekolah TK. Dan saya baru membelikannya hari Kamis yang lalu karena baru bisa keluar rumah. Hasna senang sekali dibelikan kertas lipat sampai-sampai kemana-mana selalu dia bawa.

Hasna pun sedang senang melipat, walaupun ketika sedang kesal, kertasnya tidak dilipat tapi ‘dikuwek-kuwek’ sampai membentuk gumpalan tak beraturan, hehehe. Melihat hal tersebut, terpikir oleh saya untuk menperkenalkan bentuk- bentuk geometri seperti persegi, persegi panjang dan segitiga dengan menggunakan kertas lipat.

Jika kertas lipat tidak diapa-apakan, maka bentuknya adalah persegi. Jika kertas lipat tersebut dilipat sama besar, menjadi persegi panjang. Jika dilipat secara  diagonal dan sama besar, akan menghasilkan segitiga. Saya fokuskan kepada bentuk dan nama bangunnya bukan kepada bisa atau tidaknya Hasna melipat kertas tersebut. Saya hanya memperlihatkan cara melipat, menunjukkan hasil akhir lipatan dan nama bangunnya.

#Tantangan10hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 22 Juli 2017

Matematika Oh Matematika

Matematika oh Matematika.... Sudah menjadi rahasia umum kalau pelajaran yang satu ini dianggap sebagai pelajaran yang sulit oleh sebagian besar orang termasuk murid-murid sekolah di segala jenjang. Saking sulitnya, saya pernah mempunyai murid yang mengalami psikosomatis (mules, pusing) ketika tiba pelajaran matematika 😆

Saya sendiri, walaupun SMA jurusan IPA dan kuliah jurusan pendidikan kimia yang tidak pernah berpisah dari yang namanya Matematika, kurang menyukai pelajaran Matematika (ups, jadi ketauan). Aneh memang, tapi ini nyata, hehehe. Sehingga saya pun berpikir, kok bisa ya saya tidak suka Matematika? Padahal saya suka ilmu alam yang mana ilmu alam ini selalu bergandengan erat dengan Matematika 😁

Akhirnya saya menemukan setitik pencerahan dari pertanyaan saya tersebut setelah saya menjadi guru. Kemungkinan orang menganggap Matematika itu sulit, menyeramkan dan membuat galau karena Matematika hanya diperkenalkan sebagai pelajaran, sebatas dipelajari di sekolah atau di tempat les saja. Padahal jika dicermati, kita selalu bersentuhan dengan Matematika, setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Kalau tidak percaya, setiap saat kita lihat dan membaca waktu melalui jam. Atau menghitung jumlah uang yang harus kita bayarkan ketika berbelanja. Belum lagi ketika berjalan-jalan banyak sekali bentuk geometri yang kita temukan di sekitar kita. See, Math is everywhere! Hanya mungkin karena selama ini pikiran kita terkotakkan bahwa Matematika itu hanya pelajaran, bukan 'tool' yang perlu kita miliki untuk membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, maka pikiran kita sudah 'njelimet' dan minder duluan ketika mendengar kata 'Matematika'.

Nah, bagaimana agar anak-anak suka dengan Matematika? Sebelum suka, tentu harus kenal dulu. Betul tidak? Maka sebaiknya anak dikenalkan dulu dengan sesuatu yang berhubungan dengan Matematika. Tidak perlu lah kita kenalkan dengan konsep-konsep yang 'njelimet' dulu. Bisa dimulai dengan yang paling sederhana seperti angka, bentuk-bentuk bangun dasar (geometri) seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, segitiga, konsep perbandingan seperti besar-kecil, banyak-sedikit, tinggi-pendek, dan lain-lain. Karena dunia anak adalah dunia bermain, maka hal-hal sederhana ini dapat diperkenalkan saat anak sedang bermain sehingga anak tidak merasa sedang belajar sesuatu padahal sebenarnya Ia sedang mempelajari dasar dari suatu ilmu yang biasanya disebut sebagai 'The Queen of Science'.

Hasna termasuk anak yang belum suka diatur terutama dalam hal jadwal, sama seperti adiknya. Mereka masih senang bermain sekehendak hatinya sehingga emaknya ini harus pintar-pintar melihat peluang kapan pengenalan Matematika dasar bisa dimasukkan ke sela-sela permainannya 😁 Dua hari yang lalu, Hasna membantu saya membereskan uang receh yang akan ditabung ke bank. Uang receh ini adalah hasil menabung Hasna selama sekitar setahun. Karena recehannya sudah rapi, sudah dipisah-pisahkan antara seratusan, lima ratusan dan seribuan serta sudah diikat dengan selotape (trims Abah,sudah membuat semuanya rapi jali 😘), maka saya dan Hasna tinggal menghitung jumlahnya.

Karena Hasna ingin membantu, maka saya minta Hasna untuk menghitung uang lima ratusan. Karena ada belasan kumpulan uang lima ratus, sedangkan Hasna baru bisa menghitung sampai sepuluh, maka saya mulai mengenalkan angka belasan, sampai lima belas. Selain itu, karena terdapat kumpulan uang lima ratusan yang berbeda, ada 1 kumpulan uang lima ratusan berwarna kuning sedangkan sisanya berwarna putih,yang menyebabkan tingginya tidak sama, maka saya perkenalkan juga perbedaan tinggi dan pendek.

Hasna terlihat antusias dan saya perhatikan dia sudah dapat membandingkan sesuatu, mana yang lebih tinggi, mana yang lebih pendek, mana yang memiliki tinggi yang sama. Semoga ke depannya saya bisa tetap memfasilitasi anak-anak untuk mengenal Matematika dengan cara yang menyenangkan 😊

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Sabtu, 15 Juli 2017

Aliran Rasa Game Level 5

Di tantangan game level 5 ini, keluarga kami membuat paus literasi dalam rangka meningkatkan minat baca para anggota keluarga kami. Pembuatan paus literasi nya sendiri kami jadikan mini project dimana semua terlibat dalam pembuatannya. Abah bertugas menggambar dan menebalkan 'Si Paus', ambu menggunting 'Paus' tersebut dan anak-anak bertugas menempelkan 'Si Paus' ke dinding dengan bantuan masking tape.

Saat proses pembuatan, alhamdulillah anak-anak terlihat antusias dalam mengerjakannya. Di awal-awal mengerjakan tantangan ini pun, anak-anak terlihat bersemangat ketika saya ajak untuk membaca (dibacakan) buku. Hasna senang sekali dibacakan sebuah buku berbahasa Inggris yang berjudul "Nine Dragon". Setelah selesai dibacakan, biasanya dia akan mulai berbicara 'Bahasa Inggris' yang hanya dia sendiri yang tahu artinya 😁 Yah, cukup menghibur saya terutama jika sedang penat mengerjakan tugas domestik sehari-hari,hehehe.

Di awal waktu, semangat saya pun masih membara dalam membaca buku. Namun seiring berjalannya waktu, semangat itu meluntur sehingga saya lebih memilih membaca artikel secara online dibandingkan membaca buku. Padahal, saat masih muda dulu (ciyee) saya bisa melalap 1 novel Agatha Christie dalam semalam dan 1 buku Harry Potter (yang kata orang tebalnya aduhai) kurang dari 3 malam. Apa mungkin karena sekarang yang saya baca adalah buku tentang finansial ya, makanya kecepatan membaca saya jadi berkurang? Hehehe.

Pak suami saat ini sedang senang membaca buku tentang pemrograman tapi ya itu, bacanya kalau ada waktu senggang dan waktu senggang itu datangnya tidak setiap hari apalagi kalau porsi beliau menjaga anak-anak bertambah karena saya ada keperluan 😁

Khaira, Si Bungsu yang hampir berusia 2 tahun, sepertinya masih belum mengerti kenapa sih orang-orang di sekitar dia berusaha membaca buku setiap hari. Dia masih senang berjalan kesana kemari saat saya atau abahnya membacakan buku baginya. Tapi dia sudah mulai senang membuka-buka buku, majalah atau koran atau apapun yang ada tulisan atau gambarnya walaupun sebentar dan hanya dilihat-lihat saja gambarnya. Bagi saya, hal itu tidak buruk bagi anak seusia dia.

Kalau dijumlah, dalam 10 ada 8 buku yang sudah saya dan/ suami saya bacakan untuk anak-anak. Sebagian besar buku anak-anak dengan tingkat ketebalan kurang dari 20 halaman dan tiap halamannya dipenuhi gambar dengan beberapa kalimat pendek.
Jika disimpulkan, tingkat literasi keluarga kami masih rendah salah satunya karena kami belum membaca buku setiap hari. Membaca buku masih di hari-hari tertentu saja, belum menjadi budaya misalnya kegiatan membaca sebelum tidur (bed time story). Maka tingkat literasi di keluarga kami masih perlu dibenahi dengan cara diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Membuat jadwal bed time story dimana tugas membaca cerita bisa dibagi antara ambu dan abah.
2. Memantapkan diri (bagi ambu dan abah) untuk berusaha membaca buku, minimalnya satu halaman per hari.
3. Mengubah mindset bahwa "Saya lebih baik dalam membaca novel daripada membaca buku non fiksi karena novel itu lebih menyenangkan" menjadi " Semua buku itu menyenangkan" (sepertinya akan perlu usaha ekstra untuk hal ini, hahay).

Memang tidak mudah meraih dan mempertahankan hal baik yang belum pernah kita raih sebelumnya, tapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan ketekunan dan kesabaran insyaAllah hal itu dapat terwujud. Semoga Allah mudahkan, aamiin.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 24 Juni 2017

Mengenalkan Agama dengan Membaca

Semalam saya, Hasna dan Khaira bersama-sama membaca sebuah buku yang berjudul Aku Rajin Bersedekah. Buku yang kami baca tidak tebal hanya terdiri dari beberapa halaman namun di setiap halamannya terdapat gambar yang besar dan tulisan yang sedikit sehingga tidak membuat anak-anak bosan untuk melihatnya.

Di sela-sela membacakan cerita, saya sedikit memancing Hasna dengan beberapa pertanyaan, seperti, "Hasna tau nggak, sedekah itu apa?", "Hasna suka bersedekah nggak?". Lalu Hasna beberapa kali berkomentar ketika saya sedang membacakan cerita, seperti, "Kalau suka sedekah nanti dapat pahala ya, Mbu." atau "Allah sayang sama orang yang suka sedekah."

Sungguh, membacakan cerita merupakan salah satu media yang efektif untuk memperkenalkan hal-hal baru kepada anak-anak seperti ilmu pengetahuan, agama, adab, dan sebagainya. Pengalaman saya membacakan cerita untuk Hasna dan Khaira memperlihatkan bahwa sebagian besar cerita yang mereka dengar, mereka rekam di otak mereka. Jika rekaman ini diputar kembali dengan cara membacakan cerita yang sama atau cerita lain yang berhubungan, maka cerita tersebut akan 'menempel' di otak mereka.

Bisa dibayangkan jika cerita yang dibacakan kepada anak-anak merupakan kisah teladan Rasulullah saw atau kisah-kisah lain yang bermuatan positif, insyaAllah akan terekam pula hal-hal yang baik di benak anak-anak.

Karena anak-anak saya masih berusia balita, maka sebisa mungkin saya selipkan pula cerita tentang Allah yang Maha Baik, tentang agama Islam yang indah, dengan tujuan agar tercipta imaji positif di benak mereka tentang agama dan Tuhannya. Semoga kelak anak-anak dapat mencintai buku dan isinya yang dapat menambah kecintaan mereka terhadap Rabnya, aamiin.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Membaca Membuka Imajinasi

Buku jendela dunia dan membaca akan membuka wawasan kita tentang dunia. Membaca buku pun dapat meningkatkan imajinasi Si Pembaca. Ini sih pengalaman pengalaman pribadi saya 😁 dan ini terjadi pada anak-anak saya juga.

Hasna memiliki perbendaharaan kata yang cukup banyak, alhamdulillah. Saya perhatikan ini karena dia suka minta dibacakan buku walaupun intensitas dibacakan bukunya belum begitu tinggi, masih kadang-kadang saja. Khaira, walaupun bicaranya belum begitu jelas, namun kosakata yang dia miliki lumayan baik untuk anak seusianya. Saya pikir ini pun salah satunya karena Khaira sering mendengar cerita yang saya bacakan.

Imajinasi anak-anak pun cukup baik. Hasna dan Khaira suka bermain peran, seperti bermain drama. Salah satu permainan peran yang mereka lakukan adalah melakukan percakapan telepon tapi bukan menggunakan telepon betulan melainkan memakai sekotak tisu, hehehe. Ini terjadi seminggu yang lalu. Mereka berpura-pura menelpon seseorang, bercakap-cakap, tapi menggunakan sekotak tisu kering, hihihi.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Jumat, 16 Juni 2017

Ketika Anak Bertanya Saat Sedang Membaca Buku

Kemarin sebelum tidur malam, Hasna dan Khaira sempat dibacakan salah satu cerita dari buku Akhlakku Akhlak Al-Quran yang berjudul Suka Menolong. Tapi baru satu paragraf dibaca, Hasna sudah memberondong saya dengan pertanyaan-pertanyaannya yang amazing seperti kenapa kakaknya menarik sarung kakak yang lain (di dalam buku ada gambar 2 orang anak, yang satu sedang menarik sarung anak lain), pahala itu apa, dan sebagainya. Walhasil, saya menarik napas panjang terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan-pertanyannya, karena sebenarnya saya inginnya bab ini cepat selesai saya baca lalu saya dapat menceritakan pesan moralnya.

Nah, itulah salah satu tantangan yang saya hadapi ketika membacakan buku untuk anak-anak, ingin segera menyelesaikan 1 judul bacaan. Padahal di tengah-tengah membaca, anak-anak, terutama Hasna, seringkali 'nyeletuk' baik itu bertanya maupun menanggapi apa yang sedang saya baca. Saya yakin ini adalah salah satu proses belajar yang sedang anak-anak bangun. Mereka belajar dari apa yang mereka lihat di buku dan dengar dari apa yang kita ceritakan. Maka sebisa mungkin saya mengakomodir pertanyaan yang mereka ajukan semampu saya. Tentu saja disesuaikan dengan waktu yang tersedia, sehingga ceritanya tidak berlarut-larut. Saya khawatir jika saya malah memarahi mereka karena pertanyaan ataupun pernyataan yang mereka ajukan, maka fitrah belajar mereka malah terlukai dan pada akhirnya ketika mereka semakin besar mereka malah menjadi malas bertanya.

Cerita pun akhirnya dapat dilanjutkan bahkan sampai ke judul cerita selanjutnya yaitu Berbakti Kepada Orangtua. Alhamdulillah, Hasna mendengarkan 2 judul cerita sedangkan Khaira hanya setengah judul saja karena sudah ngantuk dan terlelap sebelum cerita selesai, hehe.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP

  • #ForThingstoChangeIMustChangeFirst


Rabu, 14 Juni 2017

Bermain Peran VS Membaca

Seperti hari-hari sebelumnya, hari ini Hasna menenteng kumpulan bukunya kemana-mana. Tapi hari ini Hasna sedang tidak ingin dibacakan buku apapun. Dia lebih senang memainkan mainannya atau bermain dengan benda lain seperti payung, kaos kaki dan kapas. Hasna menolak ketika ambu menawarkan untuk membacakannya sebuah buku. Ambu tidak memaksa, biarlah Hasna melakukan apa yang diinginkannya dulu daripada sikap ambu nanti mencederai rasa ingin membacanya.

Sedangkan adek ambu bacakan sebuah buku  sebelum tidur. Judul bukunya yaitu Kamarku Bersih. Buku ini masih merupakan salah satu buku terbitan Qids. Sebelum ambu mulai membaca, ambu bertanya kepada Hasna apakah Hasna mau ikut mendengarkan cerita ambu. Namun Hasna menjawab bahwa dia sedang mengerjakan tugas sekolah. Hasna memang kadang-kadang senang bermain peran sebagai seorang murid walaupun dia belum bersekolah. Hasna biasanya berpura-pura sedang mengerjakan PR atau menyiapkan buku-buku untuk dibawa ke sekolah keesokan harinya, hehehe.

Yah, mudah-mudahan besok minat membaca Hasna dan semua anggota keluarga yang lain lebih baik lagi daripada hari ini sehingga Si Paus Literasi bisa punya lebih banyak teman lagi 😊

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForthingsToChangeIMustChangeFirst

Selasa, 13 Juni 2017

Ketika Ambu Sibuk

Hari ini ambu, Hasna dan Khaira tidak membaca satu buku pun :( hal ini dikarenakan ambu kurang bisa memenej waktu dan ada keperluan di luar rumah sampai malam. Sehingga tidak memungkinkan bagi ambu untuk membaca bersama dengan anak-anak. Ah, maafkan ambu ya nak, mudah-mudahan besok kita bisa kembali membaca bersama lagi :)

Tapi ada kabar baik. Hari ini abah membaca sebuah artikel tentang saham yang judulnya abah juga lupa (heuheu). Yang pasti, artikel tersebut berasal dari laman detik.com bagian finance. Selain itu abah juga membaca sebuah artikel yang berjudul 15 Warna Cat Dinding Rumah yang Tepat untuk Diaplikasikan dari www.catrumahminimalis.com. Alhamdulillah pengetahuan abah tentang saham menjadi bertambah dan abah juga sharing artikel tentang cat rumah dengan ambu :D

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunSayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst