Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Pinterest - Aplikasi Keren Bagi Bunda Pencari Inspirasi

Salah satu aplikasi yang saya sukai dan menurut saya sangat berguna terutama ketika saya membutuhkan inspirasi dalam membersamai anak-anak adalah "Pinterest". Aplikasi ini bisa diunduh langsung dari Playstore di HP Android maupun dikunjungi di laman www.pinterest.com.

Mengapa saya menyukai aplikasi ini? Salah satu kelebihannya adalah tersedianya berbagai macam jenis artikel atau gambar atau contoh kegiatan yang sangat berguna dalam menunjang peran saya sebagai istri dan ibu. Di "Pinterest" kita bisa mencari artikel yang berhubungan dengan parenting, permainan-permainan menarik untuk anak, sampai dekorasi rumah hingga ratusan resep makanan/ cemilan untuk anak. Selain itu, kita bisa memilih atau men-sortir sendiri artikel atau gambar yang ingin ditampilkan di akun kita.

Ketika sedang galau memikirkan mau main apa dengan Si Kecil, "Pinterest" menjadi semacam kamus atau referensi yang siap memberikan aspirasi bagi saya. Pun begitu ketika anak mulai GTM, tinggal buka aplikasi ini untuk mendapatkan inspirasi makanan atau cemilan yang padat gizi untuk anak-anak.

I love this application!

#Tantangan10Hari
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Jumat, 19 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 10

Kelompok 10 yang beranggotakan Teh Puji, Teh Asfira, Teh Tsara dan Teh Anggi membahas lebih dalam tentang peran ayah dalam pengasuhan anaknya. Berikut ini slide materi dari kelompok 10.














#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11


Rabu, 17 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 9

Kelompok 9 yang beranggotakan Teh Juju, Teh Mira Humaira, Teh Mena dan Panny, membawakan presentasi dengan cara yang menarik yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada audience. Materinya sendiri tentang ketika anak bertanya tentang seks.

Secara garis besar, materi yang dibawakan adalah sebagai berikut.

☕☕☕
Anak banyak bertanya, mungkin orang tua kewalahan. Apalagi jika yang ditanyakan adalah hal yang berhubungan denga seks.Tak perlu khawatir, Bunda. Karena sebenarnya yang perlu di khawatirkan adalah ketika kita tidak bisa menjawabnya dengan baik.

❗Ada 3 hal yang menyebabkan orang tua sering salah (kurang tepat) bersikap ketika anak mengomunikasikan keingintahuan sang anak

✍🏻Tidak memahami pentingnya menanggapi pertanyaan/celoteh anak
✍🏻 Tidak mengetahui jawaban
✍🏻 Tahu jawaban. Namun menganggap jawaban tsb belum pantas untuk anak

▪▪▪▪▪▪▪▪

📌Aturan Main Orang tua/ *Tips*ketika menjawab pertanyaan anak mengenai seks.

1⃣Memengang prinsip *JUJUR*

2⃣. *Bersikap wajar*
Jangan bedakan reaksi kita dengan saat dia melontarkan pertanyaan selainnya

3⃣. *Menggunakan istilah yang tepat*
Lebih baik langsung menggunakan nama ilmiahnya

4⃣. *Memberikan jawaban sederhana*
Harus jelas, tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan berpikir anak

5⃣. *Menjadi pendengar yang baik*
Lakukan kontak mata, mendengarkan dengan baik dan sabar

🔖Sumber bacaan:
📒Mulyadi, Seto. Dkk.(2008). _Ketika Anak Bertanya tentang Seks_. Jakarta: Grasindo

📒Andika, Alya.(2010). _Bicara Seks Bersama Anak_. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Anggrek

Menurut saya penyajian materi kelompok 9 ini sangat menarik karena diberikan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu sehingga membuat saya ber- 'oh ya' moment ketika membacanya. Selain itu materinya pun menarik dan dibawakan dengan baik oleh seluruh anggota kelompok.

Tanya-Jawab:
1. Teh Novi
T: Kalau anak saya menirukan sesuatu yg aneh-aneh (pasti dapet dari temen2 disekolahnya), biasanya saya balik nanya, "itu teh apa?", atau "tau dari siapa (soal itu?). Bener nggak sih kalau tanggapan saya seperti itu?

J: Ya teh, baik nya ditanya dl..kemudian baru dijelaskan dengan kalimat2 ilmiah dan jangan ada yang ditutupi..
Clear n clarify

2. Teh Ratih
T: Anak saya termasuk yang ini Teh. Di usianya yang 4 dan 2 tahun, belum pernah nanya2 berkaitan dengan sex. Itu bagaimana Teh? Apa memang belum saatnya?

J: Kl menurut ayah edy ada bbrp kemungkinan..yg prtma anak memang blm tertarik, yg kdua mngkin ada moment penyikapan kita kurang tepat,seperti seolah menginterogasi jd anak sdkit menarik diri utk bertanya..dan ada kemungkinan2 lain yg tteh2 bisa amati..krn tiap anak berbeda2 masa bertanya nya..

3. Teh Nirmala Nisa
T: nirmala
Kl ada kata baru yg didengar, anak saya biasanya tanya saya. Kalau tanya orang lainpun pasti ujung-ujungnya meyakinkan diri dengan nanya saya.
Sejauh ini semua pertanyaannya masih bisa d jawab tanpa membohongi dengan penjelasan yang cukup memuaskan hatinya. Seperti waktu dia tanya apa itu "m*m*k" dan darimana dia lahir.

Rumah kami dekat sekali dengan pangkalan ojeg.
Nah, beberapa waktu lalu waktu suasana hening saat kami sedang berkumpul, dari bawah ada tukang ojeg teriak kata "*w*" (melakukan hubungan suami istri). Saya berdoa dalam hati semoga anak saya ga nanya apa artinya. Alhamdulillah dia ga tanya saat itu, tapi saya tau saat itu pasti datang. Apa ya penjelasan yang logis tapi ga vulgar tentang kata itu?
Terimakasih.

J: Mungkin bisa di jawab, de jawaban nya di hold dulu ya...nanti klo sdh pas waktunya bunda akan  kasih tau. Tapiii selama bunda blm kasih tau, ade ga blh bilang dan sebut kata itu ya...

Seperti kmrn2 sempet di bahas juga kan ya teh..

Mungkin liat umur ya teh..
Jadi arahkan jawaban nya ke arah sains dan biologi. Jadi frame org tua ketika menjawab harus frame logis, bukan emosional.

Link media:

🔖Referensi Media:
🎥 Anak Bertanya Tentang Sex Kisah Inspiratif Ayah E…: https://youtu.be/GniWeK8B-bw

🎥 Didik Anak Tentang Sex Education Sedari Dini - Ep…: https://youtu.be/Lm0q9d4tJYw

🎥Cara Menjawab Pertanyaan Anak Soal Asal Mula Bayi: https://youtu.be/0ga5gjW73eY

Talk Show - Si Kecil Jatuh Cinta - IMS: https://youtu.be/mTuSlysLHC8

Sumber: Presentasi Kelompok 9 Kelas Bunda Sayang IIP Bandung 2
Sabtu, 13 Januari 2018

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Senin, 15 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 8

Kelompok 8 yang terdiri dari Teh Novi, Teh Maya, Teh Lia Nurlatifah dan saya sendiri, membawakan presentasi yang berjudul "Peran Orangtua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak". Adapun materi yang kami tampilkan adalah sebagai berikut.







#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#Level11

Sabtu, 13 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 7

Kelompok 7 yang terdiri dari Teh Marini, Teh Hizki, Teh Dewi Mulyati, Teh Larasati dan Teh Sarti mengangkat materi tentang  membangkitkan fitrah seksualitas anak.

Presentasi dimulai dengan menjelaskan pengertian fitrah seksualitas menurut Harry Santosa dalam buku Fitrah Based Education. Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati.

Lalu kelompok 7 menjelaskan bahwa memulai pendidikan fitrah seksualitas bisa dimulai sejak dini, tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti (maaf) masturbasi atau yang lainnya.

Kelompok 7 pun menjelaskan tujuan utama pendidikan fitrah seksualitas, yaitu:
1. Membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya, sejak usia 3 tahun.
2. Mengenali peran seksualitas yang ada pada diri.
3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.

Tantangan:
1.Berkurangnya peran ortu dlm proses pengasuhan
2.Penyimpangan & kejahatan seksual

SOLUSI : Pengenalan Tentang Seks
1. Kapan
Sedini mungkin, sesuai kemampuan berfikir anak (konkrit)
Peran orang tua untuk menjawab pertanyaan anak, secara logis dan ilmiah. Apabila tidak mendapat jawaban, maka mencari jawaban dari buku atau sumber lain yang bisa dipercaya

2. Bagaimana
a. Membangun hubungan dan komunikasi yang akrab antar orang tua dan anak.
b. Berdiskusi dan membicarakan topik seks, sama seperti orangtua mengajari pelajaran lain seperti Sains dan Matematika
c. Cek pengetahuan anak tentang seks secara berkala.
Banyak orangtua mengira anak masih imut-imut dan ternyata pengetahuannya sudah melebihi yang dibayangkan orangtua.

3. Tips-tips
a. Memberikan contoh yang baik pada anak dengan memperlakukan pasangan dengan baik dan dalam melakukan hubungan seks orangtua pada waktu dan tempat yang aman.
b. Ajari anak untuk berpakaian dan berperilaku sopan.
c. Ajari anak untuk menjaga dan mempertahankan harga diri.
Kalau ada yang melecehkan maka lakukan tolak, lari, dan lapor orang dewasa seperti orang tua/ guru.

Pada framework pendidikan berbasih fitrah, membangkitkan fitrah seksualitas pada anak berbeda menurut tahap usia anak.
Ada tiga tahapan usia anak, yaitu :
1. Tahap Pra latih (0-2 tahun dan 3-6 tahun)
2. Tahap pre aqil baligh 1 ( 7-10 tahun)
3. Tahap pre aqil baligh 2 ( 11-14 tahun).

Menurut saya,pemaparan dari kelompok 7 cukup baik. Selain itu,poin plus nya adalah kelompok 7 membuat sendiri lagu atau media tentang 'Tubuh', great job!

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Kamis, 11 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 6

Pada kesempatan kali ini kelompok 6 membahas tentang membangkitkan fitrah seksualitas pada anak melalui aspek pendidikan kesehatan organ seksual. Di awal presentasi dibahas tentang pengertian fitrah seksualitas dan tahapan kedekatan anak dengan orangtua yang pernah dibahas juga oleh kelompok lain.

Tantangan yang dihadapi
-Sulit untuk melatih toilet training.
-Anak tidak mandiri untuk membersihkan alat kemaluannya.
-Tidak mengetahui perawatan organ reproduksi pada remaja.
-Infeksi pada organ reproduksi.

Solusi:
Menjaga kebersihan organ seksual ini seharusnya sudah ditanamkan orangtua ssjak anak masih bayi.
Beda usia dan beda jenis kelamin, beda pula cara membersihkannya.

*0-3 tahun : peran orangtua lebih dominan.*
✅ Mulailah Toilet Training; biasakan saat membersihkan kelamin bayi setelah BAK dengan mengguyurnya dengan air bersih, jangan hanya dilap kapas/tisu basah.
Setelah diguyur, keringkan selangkangannya dengan handuk/kain lembut bersih. Sebelum memakaikan popok, angin-anginkan dulu agar kelembaban kulitnya terjaga.

✅Cara mengguyur dengan air bersih berlaku untuk seterusnya; yang perlu diperhatikan, pada anak perempuan cebok harus dilakukan dari depan ke belakang. Maksudnya agar kuman-kuman dari daerah anus tidak terbawa ke daerah vagina.
Sementara untuk anak laki-laki, kita harus menarik kulupnya pada saat diguyur dengan air bersih. Jika tidak, kotoran setelah BAK bisa mengendap di lipatan kulup, dan bisa menyebabkan infeksi pada saluran kemih (fimosis).

✅ Menjaga kelembaban kulit saat menggunakan pospak; jangan sampai pospak tidak diganti seharian. Karena bisa menyebabkan iritasi. Sebaiknya segera ganti pospak jika terlihat sudah penuh.
Pilihlah pospak dengan bahan lembut dan tidak menimbulkan alergi pada kulit bayi.

✅ Usia 8 bulan, saat anak sudah bisa duduk sendiri, secara bertahap anak sudah bisa diajarkan buang air di toilet. Tujuannya untuk mengasah insting agar ia senantiasa menjaga kebersihan dengan BAK atau BAB pada tempatnya, dan bukan di celana.

✅ Biasakan agar anak perempuan dan laki-laki memakai celana dalam sedari kecil.

*4-8 tahun : anak sudah harus diajarkan untuk bisa melakukannya sendiri.*
✅ Sudah bisa cebok sendiri. Anak hanya melanjutkan apa yang sudah biasa dilakukan di usia sebelumnya.

*9-12 tahun : anak bertanggung jawab penuh pada kebersihan organ seksualnya.*
✅ Perawatan organ seksual harus dilakukan lebih cermat.

anak laki-laki
🚹 Mencuci tangan sebelum dan sesudah BAK dan BAB.
🚹 Menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun.
🚹 Hindari celana ketat, karena menyebabkan permukaan organ kemaluan mudah berkeringat. Suhu yang panas di sekitar organ kelamin dapat menimbulkan gangguan pada kehidupan sperma (mengurangi kesuburan).
🚹Jangan bertukar atau memakai celana bekas pakai orang lain karena bisa menularkan penyakit kulit dan kelamin.

anak perempuan
🚺 Rajinlah mengganti pakaian dalam jika terasa lembab. Bersihkan kemaluan dengan teratur, setelah itu keringkan dengan handuk bersih.
🚺 Menjaga kebersihan vagina saat menstruasi. Gantilah pembalut 4-5 kali sehari atau setelah BAK dan mandi untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
Sebaiknya pilih pembalut yang berbahan lembut, tidak mengandung parfum/gel, dan memiliki daya rekat yang baik.
🚺 Gantilah pakaian dalam secara teratur.
Gunakan celana dalam berbahan katun, untuk bra pilih yang terbuat dari bahan yang nyaman dan ukurannya sesuai dengan ukuran payudara.

Menurut saya kelompok 6 menyajikan hal yang menarik yang belum pernah disajikan oleh kelompok lain. Selain itu mereka dapat membawakan materi dan menjawab pertanyaan dengan jelas, lengkap dan baik.

Sumber: Presentasi Kelompok 6 Kelas BunSay 2

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Rabu, 10 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 5

Kelompok 5 mengangkat tema tentang fitrah seksualitas dan bahaya pornografi. Kelompok 5 membuka pembahasan tentang pengertian fitrah seksualitas.
Fitrah seksualitas adalah bagaimana
seseorang berpikir, merasa dan
bersikap sesuai dengan fitrahnya
sebagai lelaki sejati atau sebagai
perempuan sejati. Kehadiran utuh kedua orang tua sangat penting bagi perkembangan seksualitas seorang anak agar ia tumbuh menjadi manusia paripurna yang beradab.
Tahap pendampingan orangtua pada anak sesuai usianya:
• < 2 tahun, anak harus dekat dengan ibunya.
• 2-7 tahun, anak harus dekat dengan ayah dan ibu.
• 7-10 tahun, anak harus dekat dengan orangtua sesuai gendernya.
• 10-14 tahun, anak harus dekat dengan orangtua lintas gender.

Bahaya pornografi:
- Pengaruh pornografi tidak dapat dihilangkan, sedangkan pengaruh kokain bisa.
- Pornografi merusak saraf otak lebih banyak dibandingkan narkoba. Akibatnya sulit mengendalikan emosi dan sulit mengambil keputusan.
- Pecandu pornografi lebih sulit dideteksi daripada pecandu narkoba.
- Pornografi berpotensi menurunkan kecerdasan.

Tahap Efek pornografi : 
1. Shock / terkejut 
Merasa Jijik, takut, namun ada rasa ingin tahu.
2. Adiksi/ kecanduan
Menyukai materi cabul. 
3. Eskalasi/ peningkatan 
Membutuhkan materi seksual yang lebih
eksplisit/ menyimpang. 
4. Desensifitasi/ penumpulan kepekaan 
Materi tabu, amoral, mengejutkan menjadi hal biasa.
5. Act out/ berbuat 
Berhubungan badan.

Dampak pornografi:
-Anak-anak mulai melakukan aktifitas
seksual
-Sulit konsentrasi 
-Kecenderungan melakukan pelecehan
seksual 
-Menangkap pesan yang salah 
-Meningkatnya jumalah kehamilan usia
dini  
-Penyimpangan seksual 

Tantangan dalam Menumbuhkan Fitrah
Seksualitas Pada Anak:
1. Kurangnya informasi tentang pola asuh anak yang berbeda zaman dengan orang tua.
2. Komunikasi antara orang tua dan anak.
3. Hal yang tabu dan tidak ilmiah ini bisa
mendorong anak untuk mencari-
cari secara sembunyi-sembunyi.
 4. Pengaruh media untuk anak usia pre
Aqill Balig (11-14 th) yaitu paparan pornografi dari video, game atau karakter tertentu.

Solusi dalam membangkitkan fitrah seksualitas anak:
1. Memperbarui informasi mengenai pola
asuh anak yang menyesuaikan zaman, dengan membaca literatur, mengikuti grup parenting.
2. Menjadikan komunikasi orang tua dan anak sebagai hal yang menyenangkan, sehingga bila orang tua menasehati anak, anak akan menyambut
dan apabila anak ingin bercerita pada
orang tua, orang tua akan menjadi
sahabat yang baik. 
3. Tidak tabu lagi membicarakan
pendidikan seksual. 
4. Mengajarkan adab menahan diri,
membuat aturan penggunaan gadget,
selektif memilh teman, menjelaskan
pengaruh hormone remaja.
5. Memberikan pengetahuan agama lebih dalam
6. Mengetahui lebih dulu konten informasi yang akan diakses oleh anak
(DVD, buku, dll) 
7. Selalu dampingi anak

Menurut kelompok 5, fitrah seksualitas sangat penting untuk dibangkitkan. Karena ini salah satu kewajiban orang tua yang akan menentukan tugas dan peran anak ketika dewasa sebagai mahluk
heteroseksual, yang akan bermuara
pada kehidupan bermasyarakat bahkan
berumah tangga.

Kelompok 5 sangat apik dalam menyajikan materi. Materinya disajikan dalam bentuk PDF dan jelas sehingga kami dapat memahaminya dengan baik.

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Selasa, 09 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 4

Kelompok 4 membahas tentang pendidikan mencegah pelecehan dan penyimpangan seksualitas pada anak. Di awal presentasi, dibahas tentang perbedaan seks dan seksualitas. Seks adalah perbedaan badani/ biologis perempuan dan laki-laki (jenis kelamin). Sedangkan seksualitas menyangkut berbagai dimensi biologis, sosial, psikologis dan kultural (KBBI).

Kelompok 4 berpendapat bahwa fitrah seksualitas sangat penting untuk dibangkitkan supaya anak mendapatkan identitas dari seksualitas secara utuh, tidak terjadi penyimpangan seksual, mendapat perlindungan dari efek buruk media dan lingkungan, anak-anak kelak dapat menjadi manusia dewasa sesuai perannya sebagai orangtua.

Tantangan yang ada:
- merebaknya identitas LGBT dan kasus penyimpangan seksual
- merebaknya pornografi dan pornoaksi
- menyampaikan pendidikan seksual pada anak dengan jelas tapi tidak vulgar
- kurangnya peran ayah dalam pengasuhan anak.
Solusi yang disajikan:
- memberikan edukasi seksual yang tepat kepada anak
- pola asuh dalam keluarga harus menguatkan identitas diri anak sesuai fitrahnya sebagai laki-laki atau perempuan
- menanamkan rasa malu dan batasan aurat
- mengawasi dan membimbing anak dalam menggunakan media secara tepat
- melibatkan ayah dalam mendidik anak-anak.

Media edukasi yang dapat digunakan:
-bermain peran/ permainan bongkar pasang
-lagu "Ini tubuhku sangat berharga"
-tabel tahap memberikan pengenalan pendidikan seks sesuai usia anak.

Menurut saya, kelompok 4 sudah baik dalam mempresentasikan materinya dan juga dalam menanggapi pertanyaan dari teman-teman lain. Selain itu, kelompok 4 pun menambahkan jurus jitu menghindarkan anak dari kekerasan seksual ala kelompok ini.

Tanya jawab
1. Teh Ami
Tanya: Teeh. Banyak fenomena penyimpangan seksual yang diluar nalar banget, semacam fetish.
Itu penyebabnya apa ya?

Jawab: Kalau yg dari sy pernah baca sih, itu bisa terjadi karena beberapa hal.
1. Karena ada faktor alami dari si otak penderita mengingat terus bagian atau objek yang dibayangkannya.
2. Bisa karena faktor trauma

2. Teh Nur Elah
Tanya: Oh iya mau tanya mengenai pencegahan pelecehan,, bagaimana dgn cara berbusana anak2, cek pasar ketika cari gaun bayi perempuan bajunya kebanyakan justru baju lekmong yg lucu2 th,, asa susah cari baju yg lengan pendek atau panjang

Jawab: Baju bayi dibuat demikian mungkin agar tidak kegerahan dan merasa nyaman. Tp lbh aman sih, bikin sendiri aja teh, dikembarin sama emaknya klo gaun mah 😁

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Senin, 08 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 3

Materi yang disampaikan oleh kelompok 3 berkaitan dengan LGBT. Kelompok 3 membuka dengan contoh-contoh yang mmperlihatkan semakin maraknya LGBT yang menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua akhir zaman.

Dilanjutkan dengan pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas sedini mungkin dengan cara: membimbing anak mengimani takdir yang telah digariskan tentang apa jenis kelaminnya, membimbing anak untuk paham batasan-batasan aurat, membimbing anak agar tidak terjerumus pada hal-hal yang bertentangan dengan kodratnya.

Lebih lanjut, kelompok 3 mengutip pendapat Ibu Elly Risman yang mangatakan bahwa pola asuh sangat berpengaruh dalam menyebabkan anak keluar dari kodratnya (dalam hal ini menjadi pelaku LGBT).
Maka, solusi yang sangat diperlukan adalah memperkuat fondasi, memahamkan fitrah seksualitas sejak dini. Diantaranya dengan:

1. Memberi perhatian pada anak.
2. Memunculkan peran Ayah lebih intens.
3. Ibu tidak overlap dalam mendidik anak.
4. Menguatkan fondasi agama.
5. Managemen gadget.

Tanya -Jawab

1. Teh Hizki
T: Sy mw nanya, apakah boleh memberikan pengetahuan ttg LGBT kepada anak?
Di usia berapa sudah boleh diberikan dan dgn menggunakan media apa saja?
J: Dengan membangkitkan fitrah seksualnya, itu sudah merupakan penanaman pemahaman bahwa LGBT itu tidak sesuai kodrat teh..
J: Ya dengan pembiasaan pola asuh yg tepat sesuai fitrah seksualitasnya, inshaa allah anak akan faham dengan kodratnya sb laki2 atau perempuan.

Kalau edukasi formal, anak2 mulai bisa mencerna bahasa ilmiah di usia remaja. Kisaran smp/sma anak bisa diajak untuk mengikuti kajian/seminar edukasi sex/ lgbt yg sesuai usianya.

2. Teh Hizki
T: Oiah, kalau memakaikan pakaian yg bs dipakai unisex gmn?
Atau cari aman ajj sesuaikan dgn gender?
J: Kembali ke tadi teh, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.
Kalau masih dalam batas wajar saya pikir ga apa-apa.

Laki-laki pakai pink juga sebenernya ga apa-apa kan?
Karena warna pink bukan milik perempuan 😊

Sumber: Materi presentasi dan diskusi kelompok 3 (Minggu, 7 Januari 2018)

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Sabtu, 06 Januari 2018

Tantangan Level 11- Presentasi Kelompok 2

Hari ini kelompok 2 mengangkat tantangan yang berkaitan dengan gender, yaitu:
❓Bagaimana cara pengenalan gender pada anak usia dini
❓Bagaimana cara merawat dan menjaga tubuh
❓  Bagaimana menumbuhkan fitrah seksualitas dan menghindari adanya penyimpangan fitrah seksual.

Salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua guna menghadapi tantangan-tantangan ini, yaitu orangtua dapat  dengan menggunakan media:
-Lagu Ku Jaga Diriku karya Ellya Pradytya
( https://m.youtube.com/watch?v=878HzqGwWp8)

-Materi parenting dari Munif Chatib yang dapat diunduh di youtube. ( https://youtu.be/4uyKh6bxTcM)

Selain itu orangtuapun dapat mengarahkan kecenderungan seksual anak. Agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa gangguan eksternal yang dapat menyebabkan melenceng dari perilaku yang lurus, Islam menjaga anak2 dengan memberinya perintah dan larangan, yaitu:
1. Melatih anak meminta izin ketika masuk rumah/ kamar orang tua.
Ada tiga waktu anak harus meminta izin yaitu sebelum shalat subuh,waktu tidur siang, dan setelah shalat isya
(Q.s an Nur : 58 - 59)
2. Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
3. Memisahkan tempat tidur anak
4. Melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
5. Menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
6. Mengajarkan kewajiban Mandi Junub ketika anak mendekati akil Baligh
7. Menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika anak mendekati baligh
8. Menganjurkan pernikahan dini pada anak

Saat ini penyimpangan seksualitas sangat beragam dan ini karena adanya cedera fitrah (orientasi) seksual bukan karena bawaan atau genetis. Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.

Menurut saya, pemaparan dari kelompok 2 cukup menarik. Selain jelas, kelompok 2 pun menambahkan sumber tentang bagaimana cara mengenalkan gender kepada anak terutama usia PAUD.

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Jumat, 05 Januari 2018

Tantangan Level 11 - Presentasi Kelompok 1

Bismillah..

Kelompok yang membawakan presentasi di hari pertama ini terdiri dari triple E yaitu Teh Edwina, Teh Elvi dan Teh Evi. Berikut ini review dari presentasi kelompok 1.

•Judul presentasi: Membangkitkan Fitrah Seksualitas pada Anak
•Pengertian fitrah seksualitas:Bagaimana seorang lelaki atau perempuan berpikir, merasa dan beqrsikap sesuai kodratnya.
• Menurut kelompok ini sangat penting menumbuhkan fitrah seksualitas agar tidak terjadi penyimpangan seksualitas, anak-anak dapat memastikan identitas seksualitasnya dengan tegas dan anak-anak kelak dapat menjadi ayah dan ibu yang beradab kepada pasangannya dan keturunannya.
•Beberapa tantangan dan solusi:
  - Mengenalkan bentuk tubuh antara laki-laki dan perempuan -> memberi pemahaman mengenai perbedaan bentuk tubuh laki laki dan perempuan.
- Mengenalkan aurat dan rasa malu -> memberi pemahaman dan contoh bagian tubuh yang tidak boleh dilihat orang lain.
- Lelaki yang semakin feminin dan perempuan yang semakin maskulin -> ayah dan ibu harus hadir utuh dalam kehidupan anak dan memberi contoh sebagai laki-laki sejati dan perempuan sejati.
• Media yang digunakan: sirah Nabi dan kisah sahabat Nabi SAW., lagu "Sentuhan Boleh", video "Kisah Si Geni" dan "Kisah Si Aksa" dan poster batasan aurat perempuan dan laki-laki.

Menurut saya kelompok 1 memaparkan materi dengan baik dan jelas. Media edukasi yang digunakan pun sangat menarik karena berbentuk video animasi. Kelompok 1 pun dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan dengan baik. Namun ada 1 kekurangan yaitu tidak menampilkan lagu "Sentuhan Boleh".

#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11

Sabtu, 23 Desember 2017

Aliran Rasa Game Level 10

Selama menjalani game level 10 ini, banyak tantangan yang saya hadapi. Diantaranya adalah mood untuk mendongeng turun, sulit mencari ide cerita dan kegiatan di sekolah yang cukup banyak sehingga membuat saya terlalu capek bahkan untuk mendongeng.

Namun saya tetap berusaha untuk mendongeng karena anak-anak terutama Hasna senang diceritakan dongeng. Walaupun tidak setiap hari mendongeng namun saya tetap berusaha untuk menuntaskan game ini sampai 10 hari tantangan.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Selasa, 12 Desember 2017

Dongeng Seorang Anak Perempuan dan Kura-Kura

Sudah beberapa pekan, Mbak Hasna ribut minta dibelikan mainan berupa stik golf kepada abahnya. Tidak seperti biasanya, Hasna cenderung memaksa ingin segera dibelikan mainan itu sekarang juga. Abahnya dan saya sudah mengingatkan bahwa jika ingin membeli sesuatu maka harus menabung dulu sampai uangnya cukup untuk membeli apa yang diinginkan. Tapi Hasna tetap keukeuh ingin dibelikan sekarang. Jadilah setiap hari dia merengek-rengek ingin dibelikan mainan tersebut. Dengan dongeng ini saya berharap Hasna bisa menahan keinginannya untuk membeli sesuatu.

Di sebuah kampung tinggallah seorang anak perempuan dan kedua orangtuanya. Anak perempuan ini sangat ceria dan senang membantu orang lain sehingga semua orang suka padanya.

Pada suatu hari, ia diajak oleh ibunya ke pasar. Disana, anak perempuan itu melihat kalung yang sangat indah. Dia pun meminta kepada ibunya untuk membelikan kalung tersebut. "Ibu, aku mau kalung itu." Ibunya berkata, "Iya nak, kalung itu sangat indah dan harganya cukup mahal. Bagaimana kalau kita menabung dulu? Kalau uangnya sudah cukup, nanti kita beli kalung ini."

"Tapi aku mau kalung itu sekarang!", jerit anak perempuan itu. "Tapi uang ibu sekarang tidak cukup untuk membeli kalung itu, nak." Sang ibupun mengajak anaknya pulang.
Di rumah, anak perempuan itu terus terusan merengek minta dibelikan kalung kepada ibu juga ayahnya. Tapi ayah dan ibunya tetap meminta anak perempuan itu untuk menabung dahulu. Anak perempuan itu pun kesal dan pergi ke hutan kecil dekat kampungnya.

Sesampainya di hutan itu, duduklah ia di sebuah batu. Tiba-tiba, batu yang ia duduki 
bergerak-gerak. Ia pun meloncat dan melihat ternyata yang ia duduki adalah kura-kura bukan batu. Anak perempuan itu bertanya, "Siapa kau?" Kura-kura itu menjawab, "Aku kura-kura tua, hewan-hewan disini memanggilku Si Bijak." Anak perempuan itu berkata, "O maafkan aku kura-kura bijak, aku kira kau batu." "Tidak apa-apa", jawab kura-kura.
"Kenapa kau kelihatan sedih?", tanya kura-kura. Anak perempuan itu menjawab, "Aku sedih karena ayah dan ibuku tidak mau membelikan kalung yang aku mau. Mereka tidak sayang padaku." Kura-kura bijak berkata,"Apakah kamu yakin mereka tidak sayang padamu? Ayo naik ke tempurungku, aku akan mengajakmu melihat sesuatu."
Anak perempuan itu naik ke punggung kura-kura bijak. Tiba-tiba, wuuussh, dia sudah berada di rumahnya dan melihat ayah ibunya, tapi ayah dan ibunya tidak melihatnya. 

Mereka terlihat sedang bersedih. Dia mendengar mereka berkata,"Bu, sudah beberapa hari ini anak kita terus terusan minta dibelikan kalung, sedangkan saat ini ayah belum punya uang. Ini ada uang tabungan ayah tadinya ayah mau gunakan untuk membelikan anak kita sepeda."

Anak perempuan itu terkejut, ternyata selama ini ayahnya menabung untuk membelikannya sepeda. Dia merasa tidak enak. Memang sejak lama dia ingin memiliki sepeda. Tapi sepeda itu mahal harganya dan orangtuanya meminta dia untuk menabung. Tapi selama ini dia tidak pernah menabung. Dia selalu menghabiskan uang yang diberikan orangtuanya untuk membeli makanan yang dia suka.

Dia lalu mendengar ibunya berbicara, "Tidak usah pak, biar ibu saja yang mencari uang untuk membeli kalung itu. Ibu akan berjualan gorengan ke kampung-kampung yang lain, agar uangnya cepat terkumpul."

Tak terasa air mata anak perempuan itu mengalir. Ternyata orangtuanya sangat menyayanginya. Ibunya sampai akan berjualan gorengan dari satu kampung ke kampung lain. Dia akhirnya menyesal dan meminta kura-kura untuk membawanya lagi ke hutan.
Di hutan, anak perempuan itu menangis. "Ternyata orangtuaku sangat menyayangiku", isak anak perempuan itu. Dia merasa menyesal telah memaksa minta dibelikan kalung. Kura-kura bijak berkata, "Setiap orangtua pasti menyayangi anaknya dan ingin anaknya bahagia. Nah, jika kamu ingin membeli sesuatu, sebaiknya kamu menabung dahulu. Kalau uangnya sudah terkumpul, kita bisa membeli barang yang kita inginkan."

"Iya. Mulai saat ini aku akan menabung jika ingin membeli sesuatu. Agar tidak menyusahkan ibu dan ayah. Terima kasih kura-kura, sudah memberikan pelajaran yang berharga untukku," kata anak perempuan itu. Lalu ia pun pulang ke rumah dan sejak saat itu ia selalu menabung jika ingin membeli sesuatu.
Tamat.


#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Minggu, 10 Desember 2017

Dongeng Bulan dan Matahari

Dongeng kali ini terinspirasi dari gambar di selimut Khaira, yaitu matahari dan bulan. Ceritanya adalah sebagai berikut.

Pada suatu hari, Matahari dan Bulan sedang mengobrol. Mereka saling membicarakan kehebatan mereka masing-masing. Matahari berkata, "Hai Bulan, aku yang paling hebat di dunia ini. Sinarku membuat manusia bisa melihat semua benda di sekitar mereka dan menghangatkan mereka. Bulan pun berkata, "Tidak, aku lah yang paling hebat di dunia ini. Cahayaku di malam hari sangat indah dan manusia sangat mengagumi keindahan cahayaku. Tanpa aku, malam hari akan terasa sangat gelap.

Mereka berdua tidak ada yang mau mengalah. Sampai akhirnya datanglah bintang menghampiri mereka berdua. "Sudah, sudah, jangan bertengkar," kata bintang. "Kalian sama-sama hebat. Tanpa matahari, tidak akan ada kehidupan di bumi dan tanpa bulan tidak akan ada sesuatu yang indah di malam hari yang menemani malam-malam manusia. Kita memiliki kehebatan masing-masing. Yang paling penting kita harus bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan kita dan menggunakan kehebatan kita dengan baik."
Bulan dan Matahari pun tersadar dan mereka pun berbaikan.
Tamat.

Melalui dongeng ini saya ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa setiap orang diberikan kelebihan oleh Allah. Tidak perlu merasa lebih hebat dari orang lain. Selalu bersyukur kepada Allah atas apa yang telah dianugerahkanNya.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Jumat, 08 Desember 2017

Dongeng Seorang Penggembala Kambing

Dongeng kali ini saya ambil dari sebuah episode di film Upin dan Ipin namun saya ceritakan dengan versi saya sendiri. Ceritanya adalah tentang penggembala kambing yang suka berbohong.

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang penggembala kambing. Setiap hari dia selalu membawa kambing-kambingnya ke kaki bukit untuk mencari rumput disana.
Penggembala kambing itu merasa bosan karena tugasnya setiap hari hanya menggembalakan kambing saja. Tiba-tiba dia mempunyai ide. Penggembala kambing berteriak, "Tolong... tolong.... Ada serigala disini. Tolong... tolong.... Selamatkan kambing saya!"

Kemudian datanglah penduduk kampung menghampiri Sang Penggembala, "Serigala? Serigala? Mana? Mana? Mari kita tolong!" Penggembala tiba-tiba tertawa, "Hahaha, tidak ada serigala, saya hanya bercanda saja." Penduduk kampung kesal karena merasa dikerjai. Mereka pun pulang kembali.

Penggembala ternyata tidak kapok. Dia mengulangi lagi perbuatannya. "Tolong... tolong.... Ada serigala disini. Tolong... tolong.... Selamatkan kambing saya!", teriak penggembala. Penduduk kampung segera datang tapi mereka tidak menemukan serigala. Dan penggembala pun kembali tertawa karena berhasil mengerjai penduduk kampung. Penduduk kampung pun pulang dengan perasaan marah karena dibohongi oleh penggembala.

Penggembala kambing merasa senang karena berhasil menipu penduduk kampung. Tapi dia tidak sadar ternyata ada serigala yang mengendap-endap hendak memakan kambing-kambingnya. Lalu serigala itu mulai menyeret kambing satu persatu. Sang penggembala berteriak-teriak minta tolong tapi tidak ada penduduk kampung yang datang. Penduduk kampung berpikir, pasti penggembala berbohong lagi sehingga mereka malas datang ke kaki bukit.

Penggembala pun pulang ke kampung dengan lesu dan sedih. Penduduk kampung yang melihatnya bertanya, "Ada apa penggembala, mengapa wajahmu sedih begitu?" Penggembala menjawab, "Kambing-kambingku habis dimakan serigala. Kenapa tadi kalian tidak menolongku waktu aku berteriak minta tolong?"
"Maafkan kami penggembala, kami kira kau berbohong. Sudah dua kali kau membohongi kami." Penggembala menjawab, "Iya maafkan aku juga karena sudah membohongi kalian. Aku tidak akan mengulanginya lagi."
Tamat.

Saya lalu menjelaskan kepada anak-anak, bahwa berbohong itu tidak baik. Jika kita berbohong, maka orang lain tidak akan percaya lagi kepada kita.


#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Kamis, 07 Desember 2017

Dongeng Anak Beruang yang Merasa Bosan

Dongeng kali ini dibuat dadakan karena Mbak Hasna tiba-tiba minta ambu mendongeng sebelum tidur. Dengan menggunakan boneka beruang milik Khaira, ambu mendongeng tentang keluarga beruang yang tinggal di hutan. Begini ceritanya.

Di pinggiran hutan, tinggallah keluarga beruang yang terdiri dari ayah, ibu, kakak dan adik beruang yang masih bayi. Sudah beberapa hari, ibu beruang melarang kakak beruang bermain ke hutan karena sedang musim hujan.
Pada suatu pagi, kakak beruang merasa bosan diam terus di rumah. Jadi ketika ibunya sedang sibuk memasak di dapur, kakak beruang menyelinap keluar rumah tanpa minta izin dulu kepada ibunya.

Ketika sudah berada di luar rumah, kakak beruang merasa senang. Dia pun lalu pergi menuju hutan untuk mencari teman-temannya dan bermain bersama mereka.
Ketika sedang asyik berlari-lari kecil, kakak beruang mendengar suara bergemuruh. Ternyata itu adalah suara petir! Pasti hujan akan turun, begitu pikir kakak beruang. Benar saja, tidak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Kakak beruang merasa kaget lalu berlari menuju rumah.

Sementara itu di rumah, ibu beruang mencari-cari kakak beruang. Ibu mencari di kamar, ruang tamu, dapur, tapi kakak beruang tidak ada dimana-mana. Ibu beruang merasa khawatir karena hujan sudah mulai turun.

Tidak lama kemudian, kakak beruang tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Ibu beruang kaget dan lalu bertanya, "Darimana kak? Badanmu basah kuyup begitu." Kakak beruang menjawab, "Maafkan aku bu, tadi aku keluar rumah tanpa minta izin dahulu. Aku ingin pergi ke hutan karena aku bosan diam di rumah terus. Akhirnya aku kehujanan di jalan. Maafkan aku ya bu, karena tidak patuh kepada ibu."

Ibu beruang menjawab, "Oo begitu.... Iya, ibu maafkan. Lain kali kalau mau pergi kemanapun harus minta izin dulu ya, kepada ayah dan ibu. Ibu melarang kakak pergi hutan karena sekarang sedang musim hujan dan kita tidak tau kapan hujan itu akan turun. Sekarang ayo ke kamar mandi, bersihkan badanmu lalu ganti baju supaya tidak sakit. Setelah itu kita makan bubur hangat sama-sama."
"Iya bu. Asyiik," seru kakak beruang.
Tamat.

Berhubung sedang musim hujan, jadi ambu terpikir membuat cerita ini. Harapan ambu, anak-anak senantiasa berhati-hati saat musim hujan dan selalu meminta izin dulu ketika akan pergi kemanapun.


#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Rabu, 06 Desember 2017

Dongeng Seekor Monyet yang Sakit Perut

Inspirasi mendongeng saya kali ini terilhami dari gambar di bantal yang sering dipakai oleh Khaira. Di bantal tersebut terdapat gambar kuda nil, monyet, burung, angsa dan kumbang. Ceritanya adalah sebagai berikut.

Di sebuah hutan hiduplah seekor monyet, kuda nil, burung, angsa dan kumbang. Mereka hidup rukun dan saling bersahabat. Pada suatu hari, mereka berkumpul di lapang. Saat itu monyet belum datang. Tidak berapa lama kemudian datanglah monyet sambil meringis. Kuda nil bertanya, "Kenapa kau baru datang, monyet?" Monyet menjawab, "Maafkan aku teman-teman, aku datang terlambat karena perutku sakit."
"Kenapa perutmu sakit?", tanya angsa. "Aku juga tidak tahu", jawab monyet. Lalu burung berkata, "Kata ibuku perut kita bisa sakit kalau kita makan dengan tangan yang kotor dan tidak cuci tangan dulu. Jadi ada kuman yang masuk ke dalam perut kita, makanya kita sakit perut."

Kuda nil berkata, "O begitu. Jadi bagaimana caranya supaya kita tidak sakit perut?" Burung berkata, "Kata ibuku, ada beberapa cara supaya kita tidak sakit perut. Yang pertama kita harus cuci tangan sebelum makan. Yang kedua, makan makanan yang bergizi seperti sayur, buah, daging, telur. Yang ketiga, rajin olahraga supaya badan kita tetap sehat."
"O begitu.... ", jawab teman-teman lain serempak." Lalu mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing.
Tamat.

Cerita ini saya buat disaat Khaira sedang mengalami diare karena sering memasukkan tangan ke dalam mulut. Semoga cerita ini bisa menginspirasi anak-anak agar senantiasa menjaga kesehatan mereka :)


#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Jumat, 01 Desember 2017

Dongeng 3 Anak Dinosaurus

Aktivitas saya dan anak-anak sebelum tidur hari ini adalah mendongeng. Karena anak-anak sedang suka dengan dinosaurus, maka tokoh yang saya gunakan dalam dongeng saya adalah dinosaurus-dinosaurus yang namanya sudah mereka kenal.

Dongeng kali ini bercerita tentang 3 anak dinosaurus yaitu T-Rex, Brachiosaurus dan Pteranodon. Begini jalan ceritanya.

Pada suatu waktu hiduplah sebuah keluarga T-Rex dengan dua anaknya, Kakak T-Rex dan adik T-Rex yang masih bayi. Kakak T-Rex senang bermain dengan teman-temannya, Brachiosaurus dan Pteranodon.

Suatu hari, mereka bermain bersama. Mereka bermain petak umpet. Dan tibalah giliran Pteranodon yang jaga. Pteranodon menghitung dari 1 sampai 10 (saya menghitung dari 1-10). Setelah itu, Pteranodon lalu berusaha mencari teman-temannya, tapi tidak ketemu-ketemu.

Pteranodon merasa putus asa. Tiba-tiba dia ingat kalau dia punya sayap. "Oiya aku kan bisa terbang. Kenapa aku tidak mencari mereka saja sambil terbang ya? Pasti akan lebih mudah ketemu."

Pteranodon pun mulai terbang. Dan benar saja, dia mulai menemukan teman-temannya. Pteranodon senang sekali. Tapi T-Rex merasa tidak suka, "Kamu curang Pteranodon, kamu terbang agar bisa menemukan kami!", bentak T-Rex kepada Pteranodon.

Pteranodon meminta maaf kepada teman-temannya. Tapi T-Rex tetap menyebut Pteranodon curang sambil membentaknya.

Brachiosaurus berusaha menenangkan T-Rex, "Sudahlah T-Rex, Pteranodon kan sudah minta maaf. Kamu tidak perlu membentak-bentak seperti itu." T-Rex pun sadar, "Maafkan aku Pteranodon, aku sudah berbuat tidak baik kepadamu." Pteranodon pun berkata, "Iya, sama sama, aku juga minta maaf ya teman-teman." Dan mereka pun bermain bersama lagi.

Walaupun dongeng ini dibuat dadakan, tapi saat saya mendongeng, Hasna terlihat sangat antusias dan matanya berbinar-binar. Sedangkan Khaira hanya berjalan-jalan di sekitar kami saja, hehehe. Salah satu tujuan saya mendongeng kali ini adalah menanamkan nilai moral tentang pertemanan dan sopan santun. Bahwa wajar dalam berteman terjadi konflik, namun tetap kita harus menyelesaikannya dengan sopan dan santun.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Jumat, 03 November 2017

Belajar Warna dari Film Tayo Si Bis Kecil Ramah

"Setiap anak adalah unik, a very limited edition." Sering sekali saya mendengar quote ini di salah satu WAG yang saya ikuti. Dan ini benar adanya. Saya mengalaminya sendiri, it's based on my experience.

Saya ingin bercerita sedikit tentang Hasna, Si Sulung yang sekarang berusia 4 tahun dan sedang senang-senangnya bertanya 'kenapa'. Ketika usianya menjelang 4 tahun, tepatnya 3y9m, Hasna belum hafal warna, termasuk warna dasar. Sebagai ibu yang terkadang ngintip-ngintip medsos, saya baru sadar kalau anak lain seusianya sudah hafal warna, bahkan ada yang sudah hafal angka sampai belasan, ada yang sudah tau huruf, dan lain-lain. Awalnya saya cuek saja dan berpikir bahwa tiap anak berbeda pencapaiannya. Tapi lama-lama kok was-was juga ya, mulai muncul ketakutan gimana kalau Hasna ketinggalan dari anak seusianya.

Oleh karena itu, akhirnya saya mulai memperkenalkan warna-warna kepada Hasna. Dari mulai metode have fun sampai metode maksa 😣 Suatu hari saya membuat permainan, memasukkan mainan berwarna merah dan biru ke dalam 2 keranjang berbeda warna, merah dan biru. Hasna mau mengikuti instruksi tapi hanya satu kali, selebihnya dia merasa bosan dan mainannya hanya dilempar-lempar begitu saja. Saat itu saya masih bersabar.

Di lain waktu ketika sedang menggambar, saya menemaninya sambil menyebutkan warna pensil warna yang dia pegang. Ketika Hasna sedang pegang pensil warna merah, saya bilang, "Ini warna merah. Warna apa Hasna?", Hasna menjawab, "Merah". Pun begitu dengan warna yang lain. Tapi hal ini tidak berjalan lama, paling bertahan 1-2 menit setelah itu dia bosan dan beralih ke mainan lain. Saya tetap bersabar. Tapi ketika di lain waktu tiba-tiba saya bertanya kepadanya, dia belum bisa menyebutkan warna dengan tepat, masih sering salah, kecuali warna orange karena kata Hasna dia suka warna orange.

Lama-lama saya jenuh juga memperkenalkan warna kepada Hasna. Seringnya dia tidak memperhatikan saat saya kenalkan warna kepadanya. Disinilah saya sampai pada titik capek dan berhenti memaksanya mengenal warna.

Sampai pada suatu waktu, dia bisa menyebutkan satu warna dengan benar. Saya lupa bendanya apa tapi yang saya ingat, Hasna berbicara seperti ini, "Mbu, ini Tayo, biru." Saya segera bereaksi dengan senang karena Hasna bisa menyebutkan warna dengan tepat 😄 Di lain waktu dia menunjuk sesuatu, "Mbu ini kayak Gani, warnanya merah." Atau, "Mbu, ini seperti Lani, warnanya kuning". Dan Hasna bisa menyebutkan warna dari benda-benda yang dia tunjuk dengan tepat, walaupun baru beberapa warna saja. Tapi bagi saya ini adalah pencapaian yang luar biasa.

Kalau diingat lagi, ternyata Hasna belajar warna dari film Tayo Si Bis Kecil, yang ditayangkan stasiun RTV. Memang ada beberapa bis dalam film tersebut. Tayo berwarna biru, Rogi berwarna hijau, Lani berwarna kuning dan Gani berwarna merah. Awalnya Hasna memang sering bertanya, "Mbu kalau Tayo warnanya apa? Kalau Gani?" Tapi lama kelamaan dia hafal sendiri.

Alhamdulillah wa syukurillah. Memang benar, setiap anak itu unik. Cara belajarnya pun unik. Dan setiap anak pun pada dasarnya kreatif, mereka mampu menciptakan cara belajar mereka sendiri ketika kita beri mereka ruang untuk bereksplorasi.

Sekarang kekhawatiran saya sudah reda. Saya yakin bahwa Hasna dan juga adiknya memiliki cara belajar dan kreativitasnya masing-masing. Tapi mengenalkan berbagai kegiatan kepada mereka juga tetap diperlukan, agar mereka kaya wawasan dan pengalaman.

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Sabtu, 07 Oktober 2017

Aliran Rasa Game Level 8- Cerdas Finansial

Tantangan kali ini tidak hanya menjadi tantangan untuk anak-anak saja, melainkan juga tantangan bagi saya. Saya merasa diingatkan bahwa jika ingin anak-anak cerdas finansial maka ibunya harus cerdas finansial terlebih dahulu. Karena memang anak-anak akan belajar lebih baik dari teladan yang kita berikan.

Tidak mudah memang untuk mengenalkan kecerdasan finansial, salah satu kecerdasan yang penting dalam kehidupan mereka kelak. Apalagi anak-anak saya perempuan yang insyaAllah kelak mereka akan menjadi manajer keuangan dalam rumah tangganya. Walaupun tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin. InsyaAllah dengan penjelasan dan teladan yang kontinyu, kecerdasan ini dapat mereka kuasai.

Maka dari itu, saya pun harus menerapkan dulu kecerdasan finansial ini dalam kehidupan kami sehari-hari, dimulai dengan hal-hal kecil terlebih dahulu seperti membuat pembukuan pengeluaran bulanan atau minimalnya mencatat setiap pengeluaran per bulan. Walaupun masih harus banyak belajar tentang budgeting, apalagi membuat neraca keuangan keluarga, insyaAllah jika ada kemauan pasti ada jalan. Semangat!

Satu hal yang saya pelajari dari pengalaman saya adalah ilmu tentang kecerdasan finansial sebaiknya dipelajari bahkan sebelum menikah. Bisa dipelajari dari seminar ataupun belajar dari orangtua atau orang lain yang memiliki ilmu tersebut. Agar ketika memasuki jenjang pernikahan sudah tidak kaget lagi.

Saya termasuk orang yang terlambat mempelajari ilmu ini. Namun seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Saya berharap saya bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak dan dengan memperkenalkan cerdas finansial sejak dini kepada mereka, kelak mereka akan terus belajar dan menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

#KuliahBunSayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial