Tampilkan postingan dengan label Think Creative. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Think Creative. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 November 2017

Belanja Mingguan

Memasak adalah kegiatan sehari-hari para ibu. Berbelanja bahan masakan adalah kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari memasak. Sebelum memutuskan untuk bekerja kembali di ranah publik, saya biasa berbelanja setiap hari ke warung terdekat.

Namun tantangan kembali datang ketika saya mulai bekerja kembali. Karena saya berangkat pagi dan pulang siang, maka saya kesulitan menemukan warung atau tukang sayur yang masih menyediakan sayuran, daging atau ikan yang masih lengkap. Kebanyakan dagangan mereka sudah hampir habis atau sudah tidak segar lagi.

Karena kesulitan untuk belanja sayuran dan bahan lainnya, saya biasanya selalu sedia telur di rumah. Alhasil kami jadi sering makan telur, dari mulai telur ceplok, dadar sampai orak arik.

Lama-lama bosan juga kalau terlalu sering makan telur. Akhirnya saya menemukan cara untuk mengakali tantangan ini. Bukan menemukan sih sebenarnya, tapi mengikuti, hehehe. Setelah membaca buku Bunda Cekatan, di salah satu bab ada tentang cara agar memasak bisa menjadi mudah. Nah dari sini saya tahu agar lebih efektif dan efisien, sebaiknya kita membuat menu untuk 10 hari lalu belanja bahan-bahan untuk membuat menu itu dalam sekali. Bahan-bahan masakan tersebut kemudian dipisah-pisah sesuai menu per hari, bisa disimpan di wadah kedap udara atau wrapping plastic, lalu disimpan di lemari es.

Karena saya belum memiliki lemari es, maka saya akali dengan membeli sayuran yang tahan lama, sekitar 2-4 hari, agar tidak mudah busuk seperti wortel, kentang, buncis atau labu siam. Untuk ayam atau ikan, biasanya diungkep lalu saya ikut simpan di lemari es ibu. Selain bisa tahan sampai seminggu, juga memudahkan saya ketika perlu makanan, langsung goreng, jadi deh. Untuk protein nabati seperti tahu atau tempe, biasanya hanya akan bertahan satu atau dua hari. Maka biasanya dijadikan menu di awal-awal.

Sudah dua minggu saya mempraktekkan hal ini. Dan saya merasa terbantu. Walaupun kadang bahan-bahan ini habis sebelum satu minggu, tapi minimalnya selama hari kerja saya tidak kerepotan menyiapkan masakan karena bahan-bahannya telah tersedia. Di hari jumat, karena saya libur saya bisa berbelanja kembali ketika bahan makanan sudah benar-benar habis. Saya akan mulai berbelanja kembali untuk persediaan selama bekerja, di hari Sabtu atau Minggu.

Keuntungan yang saya dan tentunya keluarga saya dapatkan adalah kami bisa makan makanan yang bervariasi dan tetap terpenuhi kebutuhan gizinya. Selain itu saya tidak perlu capek-capek bolak balik ke warung setiap hari. Tantangan yang masih belum bisa saya atasi adalah membuat menu untuk satu minggu. Ini masih sulit karena biasanya menu masakan saya sesuai ilham dan bahan yang tersedia di rumah, hihihi. Mudah mudahan lain kali saya bisa menaklukkan tantangan yang satu ini.

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Rabu, 15 November 2017

Wall of Creativity

Salah satu hal yang membuat saya galau kalau sedang membersamai anak-anak di rumah adalah mau berkegiatan apa dengan mereka. Usia anak-anak yang berbeda 2 tahun membuat saya perlu mencari kegiatan yang beragam karena keterampilan yang mereka kuasai pun berbeda. Misal Mbak sudah bisa menggunting, Adik belum bisa. Mbak sudah bisa mewarnai gambar Adik baru corat coret saja.

Kalau sedang bingung begini, akhirnya saya biarkanlah mereka bereksplorasi sendiri. Mereka memilih sendiri mau melakukan kegiatan apa. Mbak Hasna sedang senang-senangnya menggunting dan mewarnai sedangkan adiknya sedang senang corat-coret.

Akhirnya saya berikan mereka beberapa lembar kertas. Tidak terasa dari lembaran-lembaran kertas itu ketika saya kumpulkan sudah terkumpul lebih dari 10 gambar yang mereka buat (ada juga gambar yang saya atau abahnya buat dan diwarnai oleh anak-anak).

Jadilah saya tempel gambar anak-anak di satu spot dinding di rumah, semacam wall of creativity nya anak-anak. Dengan begitu mereka senang sekali dan makin bersemangat menggambar, agar gambarnya ditempel lagi du dinding,hehehe.

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Selasa, 14 November 2017

Hidroponik dan Budget Belanja Bulanan

Seringkali saya dibuat pusing oleh budget belanja bulanan yang membengkak, terutama belanja sayuran, lauk pauk, bumbu dapur dan teman-temannya. Untuk mengatasi tantangan dalam dunia per-ibuan ini, salah satu cara yang saya dan suami tempuh adalah dengan menanam sendiri beberapa macam sayuran di rumah.

Karena suami senang berhidroponik, maka beliau menanam kangkung dan bayam secara hidroponik. Dengan cara ini, tidak diperlukan lahan dan tanah yang luas, cukup menggunakan baskom dan saringan, voila! Jadilah cute hydroponic farm di atas rumah sendiri 😄


Suami saya pun menanam wortel dan bawang bombay di samping rumah, memberdayakan lahan kecil yang kami miliki. Selain itu, beliau pun menyemai bawang dan tanaman glory morning. Untuk semaian ini, belum sempat dipindahkan ke tanah karena kesibukan beliau. Kenapa bukan saya saja yang memindahkan? Takut salah nanti malah jadi mati tanamannya 😅

Dikarenakan kami belum bisa memanen hasil tanaman kami jadi kami belum bisa menghitung selisih pengeluaran belanja kami sebelum dan sesudah menanam sayuran sendiri. Tapi kami berharap semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi solusi kreatif bagi tantangan kami.

#Tantangan10Hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative