Di tantangan level 4 ini saya merasa agak kesulitan dalam pengerjaannya karena sedang ada keperluan yang tidak dapat ditinggalkan. Selain itu saya pun masih bingung dalam menentukan gaya belajar anak-anak karena menurut hasil pengamatan saya, anak-anak masih menggunakan gaya belajar audio, visual dan kinestetik dengan porsi yang sama. Belum ada yang menunjukkan gaya belajar yang spesifik. Semoga seiring dengan berjalannya waktu, saya dapat lebih memahami gaya belajar anak-anak saya, aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Sabtu, 13 Mei 2017
Selasa, 02 Mei 2017
Hari ke-10: Belajar Bahasa Sunda
Ternyata anak-anak dapat mempelajari lebih dari 2 bahasa sekaligus. Hasna contohnya. Kemarin, ketika sedang bermain dengan temannya, Hasna tiba-tiba berkata, "Lieul ih", maksudnya 'lieur ih' (bahasa Sunda, yang artinya pusing ih), ketika melihat temannya tidak bisa diam. Hasna mengatakan itu untuk menyatakan bahwa dia pusing melihat temannya tidak bisa diam. Beberapa saat kemudian Hasna mengatakan, "palalaul", maksudnya 'palalaur' (bahasa Sunda, yang biasanya digunakan ketika kita takut mengalami sesuatu misalnya jatuh), ketika temannya lari-lari.
Kedua kata tersebut tidak pernah saya dan abah ajarkan secara langsung. Tapi kami pernah menyebut kata-kata tersebut dan kemungkinan Hasna mendengarnya. Melihat bagaimana Hasna menyerap kata-kata itu dan menganalisa kapan dia bisa menggunakannya serta mempraktekkan disaat yang tepat, membuat saya bertambah kagum akan kebesaran Allah yang telah menciptakan makhlukNya dengan sedemikian hebatnya. MasyaAllah....
Kedua kata tersebut tidak pernah saya dan abah ajarkan secara langsung. Tapi kami pernah menyebut kata-kata tersebut dan kemungkinan Hasna mendengarnya. Melihat bagaimana Hasna menyerap kata-kata itu dan menganalisa kapan dia bisa menggunakannya serta mempraktekkan disaat yang tepat, membuat saya bertambah kagum akan kebesaran Allah yang telah menciptakan makhlukNya dengan sedemikian hebatnya. MasyaAllah....
Senin, 01 Mei 2017
Telinga yang Sensitif
Pendengaran anak-anak memang sangat sensitif. Anak-anak mendengar apa saja yang dikatakan oleh orang-orang di sekitar mereka. Contohnya, kemarin saat sedang bermain sendiri, Hasna tiba-tiba mengatakan "Katering". Abahnya sampai heran darimana Hasna bisa tahu kata tersebut karena seingat kami, kami belum pernah mengucapkan kata itu di depan Hasna. Kami pikir, kemungkinan Hasna mendengar dari orang lain atau bisa jadi dari acara di televisi. Hasna pun tahu kalau katering itu berhubungan dengan makanan karena dia mengucapkan, "Hasna mau nyiapin katering dulu", sambil melakukan kegiatan seperti memasak dengan menggunakan mainannya. MasyaAllah....
Maka berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Karena anak-anak memiliki pendengaran yang sensitif dan daya tangkap serta daya ingat yang kuat. Semoga Allah selalu membimbing kami dalam membersamai anak-anak kami. Aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Maka berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Karena anak-anak memiliki pendengaran yang sensitif dan daya tangkap serta daya ingat yang kuat. Semoga Allah selalu membimbing kami dalam membersamai anak-anak kami. Aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Jumat, 28 April 2017
Balada 'I Love It'
Sore tadi saya dibuat kagum dan terharu oleh Hasna. Setelah selesai mandi dan pakai baju Hasna tiba-tiba memeluk saya dan berkata, "I love it". Sontak saya tertawa tapi hanya sebentar saja. Mengapa saya tertawa? Karena menurut saya ini lucu. Seharusnya Hasna mengatakan 'I love you' tapi entah kenapa jadi 'I love it', hehehe.
Setelah itu saya menjelaskan kepada Hasna mungkin yang Hasna mau ucapkan adalah kalimat 'I love you'. Hasna pun tersenyum dan kembali memeluk saya sambil mengucapkan 'thank you'. Saya jawab, "You're welcome". Lalu Hasna berkata, "Kayak Maui bilang you're welcome". Maui adalah salah satu tokoh di film Moana. Film ini adalah salah satu film favorit Hasna.
MasyaAllah, saya kagum dengan daya tangkap dan ingatan Hasna yang kuat. Saya dan Abah tidak pernah mengajarkan Bahasa Inggris secara langsung kepada anak-anak. Kami terkadang menonton film kartun yang berbahasa Inggris bersama-sama atau saya membacakan cerita berbahasa Inggris kepada mereka tapi tidak pernah meminta mereka untuk menghafalkan kata-kata dan artinya.
Sepertinya Hasna belajar kata-kata itu dengan cara mendengarkan (gaya belajar audio) dari film atau cerita yang pernah dibacakan oleh saya atau Abahnya. Dan setelah dia mendengar kata tersebut, dia simpan dalam memorinya dan kemudian dia ungkapkan di suatu waktu. Terkadang kata yang Hasna ucapkan nyambung dengan kalimat yang dia buat namun terkadang tidak nyambung juga. Tugas kami disini, memperbaiki kalimat Hasna yang belum tepat dan menjelaskan yang benar.
Allahu Akbar, Maha Besar Allah yang telah menciptakan makhlukNya dengan kemampuan yang luar biasa.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Setelah itu saya menjelaskan kepada Hasna mungkin yang Hasna mau ucapkan adalah kalimat 'I love you'. Hasna pun tersenyum dan kembali memeluk saya sambil mengucapkan 'thank you'. Saya jawab, "You're welcome". Lalu Hasna berkata, "Kayak Maui bilang you're welcome". Maui adalah salah satu tokoh di film Moana. Film ini adalah salah satu film favorit Hasna.
MasyaAllah, saya kagum dengan daya tangkap dan ingatan Hasna yang kuat. Saya dan Abah tidak pernah mengajarkan Bahasa Inggris secara langsung kepada anak-anak. Kami terkadang menonton film kartun yang berbahasa Inggris bersama-sama atau saya membacakan cerita berbahasa Inggris kepada mereka tapi tidak pernah meminta mereka untuk menghafalkan kata-kata dan artinya.
Sepertinya Hasna belajar kata-kata itu dengan cara mendengarkan (gaya belajar audio) dari film atau cerita yang pernah dibacakan oleh saya atau Abahnya. Dan setelah dia mendengar kata tersebut, dia simpan dalam memorinya dan kemudian dia ungkapkan di suatu waktu. Terkadang kata yang Hasna ucapkan nyambung dengan kalimat yang dia buat namun terkadang tidak nyambung juga. Tugas kami disini, memperbaiki kalimat Hasna yang belum tepat dan menjelaskan yang benar.
Allahu Akbar, Maha Besar Allah yang telah menciptakan makhlukNya dengan kemampuan yang luar biasa.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Lompat, lompat!
Beginilah kegiatan Hasna dan Khaira sehari-hari di rumah. Naik sana, naik sini, loncat sana, loncat sini. Mereka baru akan berhenti saat makan, tidur, atau sudah kecapekan 😁
Foto ini diambil kemarin. Hasna(berbaju pink) sedang menaiki sofa setelah itu dia melompat ke bawah (tapi bukan ke lantai). Khaira sedang mengamati keadaan di luar melalui jendela. Biasanya Khaira pun akan mengikuti apa yang dilakukan kakaknya yaitu naik ke atas sofa, hehehe.
Saat melakukan kegiatan tersebut, mereka tidak hanya sedang menaiki atau melihat sesuatu. Yang saya perhatikan, mereka sedang mempelajari atau mempraktekkan sesuatu yang mereka sudah tahu. Di sisi lain, mereka pun sedang mengembangkan kemampuan motoriknya. Misalnya, sambil menaiki sofa, mulut Hasna tidak bisa diam. Dia sibuk membuat cerita dengan menggunakan kosakata baru (walaupun terkadang ceritanya tidak nyambung, hehehe). Ketika Hasna melompat dan berteriak "Lompat!", Khaira mengikuti dengan cara melompat-lompat di tempat sambil berseru, "Lompat, lompat".
Dari apa yang mereka lakukan, saya pikir mereka menggunakan gaya belajar kinestetik. Mereka mempelajari sesuatu sambil bergerak. Hasna belajar membuat cerita dan Khaira mempelajari kosakata baru. Sepertinya saya pikir ini efektif untuk mereka karena selain mereka melakukannya dengan gembira, apa yang mereka pelajari pun bertahan lama. Nah, tugas saya duduk manis memperhatikan mereka untuk memastikan mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat melukai diri mereka 😊
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Rabu, 26 April 2017
'Sponge' Kecil Ambu yang Menakjubkan
Pernah mendengar ungkapan bahwa anak-anak itu seperti 'sponge' yang menyerap apapun yang mereka dengar atau lihat? Ternyata ini benar adanya. Jadi ceritanya, tadi siang ketika Hasna baru pulang dari rumah tetangga bersama Mbah Utinya, Hasna menceritakan sesuatu kepada saya. "Ambu, tadi ketika Hasna pulang, Hasna pakai payung karena hujan." Sekilas ini seperti obrolan biasa saja. Tapi saya terpaku pada 1 kata, yaitu "ketika".
Sejauh yang saya ingat, saya ataupun anggota keluarga yang lain sangat jarang menggunakan kata "ketika" saat mengobrol. Tapi menilik apa yang Hasna katakan tadi siang, pasti Hasna pernah mendengar kata ini. Hal lain yang membuat saya kagum, Hasna bisa menggunakan kata ini dengan benar yaitu sebagai penunjuk waktu. MasyaAllah....
Hmm, setelah saya pikir-pikir, sepertinya Hasna mempelajari kata ini melalui cerita-cerita yang pernah kami bacakan. Atau bisa juga dari film kartun yang sering dia lihat di TV. Ada beberapa film kartun yang menurut kami bagus, tidak hanya dalam hal isi tapi juga penggunaan bahasanya. Beberapa film tersebut adalah Diva, Cloud Bread dan Pororo. Semuanya ditayangkan oleh stasiun TV swasta RTV. Diva adalah film Indonesia sedangkan Cloud Bread dan Pororo adalah film luar yang di dubbing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam film-film tersebut menurut saya cukup baik sehingga dapat membiasakan anak untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kali ini, saya pikir Hasna menggunakan gaya belajar audio karena dia mendengar kemudian merekam kata tersebut dalam memorinya dan menggunakannya dalam konteks yang tepat.
Untuk Khaira, dia memang belum terlalu fasih atau jelas dalam berbicara. Namun sejauh ini, Khaira menggunakan cara audio dan visual dalam mempelajari hal baru. Khaira sedang tertarik dengan hewan, jadi dia lebih senang mengamati buku-buku yang terdapat gambar hewan di dalamnya. Setelah itu dia akan bertanya, "Apa ni Mbu?", sambil menunjuk salah satu gambar. Lalu saya akan menunjuk gambar tersebut sambil menyebutkan nama hewannya. Lalu biasanya saya akan tanyakan ulang nama hewan tersebut sambil menunjuknya. Dari sini, saya pikir Khaira menggunakan gaya belajar audio visual karena dia perlu melihat gambar hewan dan memgetahui namanya dari penjelasan yang dia dengar dari saya.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Belajar Memarut Keju dan Menyapu
Kemarin Hasna membantu saya memarut keju untuk isian roti bakar. Ini bukan kali pertama Hasna membantu saya memarut keju, tapi sebelum mulai saya ulangi lagi bagaimana cara memarut keju yang benar.
Awalnya saya contohkan bagaimana cara memarut keju yang benar. Parutan dipegang oleh tangan kiri dan keju tangan kanan. Keju diparut maju-mundur. Setelah itu Hasna mulai memarut sendiri dan dia dapat mengikuti apa yang saya contohkan.
Selama saya menjelaskan cara memarut keju, Hasna menyimak dengan baik. Namun Hasna belum bisa terlalu lama melakukan aktivitas ini karena dia tidak tahan untuk memakan keju hasil parutannya. Alhasil, keju yang baru terkumpul sedikit, malah jadi habis tak bersisa sebelum 'dieksekusi' menjadi roti bakar, hehehe. Untuk kegiatan ini, saya lihat Hasna menggunakan gaya belajar visual dan kinestetik, karena selain melihat bagaimana cara memarut keju, diapun mencoba langsung prosesnya.
Di sore hari, Khaira tiba-tiba pergi ke dapur dan menunjuk-nunjuk sapu yang tergantung di dindingnya sambil bilang "Apu, apu", maksudnya dia minta diambilkan sapu. Setelah saya berikan, Khaira langsung melakukan gerakan menyapu lantai di ruang tengah. Waah, masyaAllah, sepertinya Khaira mencontoh saya sewaktu menyapu. Gerakannya sudah lumayan baik walaupun arah menyapunya masih belum terarah, hehehe. Untuk kegiatan ini, saya lihat Khaira menggunakan gaya belajar visual karena saya belum pernah menjelaskan tentang cara menyapu kepadanya.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Awalnya saya contohkan bagaimana cara memarut keju yang benar. Parutan dipegang oleh tangan kiri dan keju tangan kanan. Keju diparut maju-mundur. Setelah itu Hasna mulai memarut sendiri dan dia dapat mengikuti apa yang saya contohkan.
Selama saya menjelaskan cara memarut keju, Hasna menyimak dengan baik. Namun Hasna belum bisa terlalu lama melakukan aktivitas ini karena dia tidak tahan untuk memakan keju hasil parutannya. Alhasil, keju yang baru terkumpul sedikit, malah jadi habis tak bersisa sebelum 'dieksekusi' menjadi roti bakar, hehehe. Untuk kegiatan ini, saya lihat Hasna menggunakan gaya belajar visual dan kinestetik, karena selain melihat bagaimana cara memarut keju, diapun mencoba langsung prosesnya.
Di sore hari, Khaira tiba-tiba pergi ke dapur dan menunjuk-nunjuk sapu yang tergantung di dindingnya sambil bilang "Apu, apu", maksudnya dia minta diambilkan sapu. Setelah saya berikan, Khaira langsung melakukan gerakan menyapu lantai di ruang tengah. Waah, masyaAllah, sepertinya Khaira mencontoh saya sewaktu menyapu. Gerakannya sudah lumayan baik walaupun arah menyapunya masih belum terarah, hehehe. Untuk kegiatan ini, saya lihat Khaira menggunakan gaya belajar visual karena saya belum pernah menjelaskan tentang cara menyapu kepadanya.
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP
Langganan:
Postingan (Atom)
